"Civic Fair 2019" Rangkul Pelajar Bandung

2019-03-03

Dalam rangka membangkitkan pemikiran kritis dan perilaku konstruktif dalam berkonstitusi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, Himpunan Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Nusantara menggelar “CIVIC FAIR 2019” bagi peserta SMA/SMK/MA/Sederajat se-Bandung Raya. Sabtu, 2 Maret 2019 di Aula Pascasarjana lantai 3 Uninus, Bandung.

Kegiatan ini dikemas menjadi Lomba Diskusi Kewarganegaraan (Civic Discussions) dengan tema “Pahami Konstitusi, Amalkan Pancasila, Jagalah Persatuan Indonesia”.

Dewan Juri dalam kegiatan ini berasal dari unsur akademisi Uninus dan unsur Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia serta didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Peneliti pada Hakim Konstitusi Arief Hidayat, Dr. (Can) Irfan Nur Rachman, SH., MH. sebagai perwakilan Juri dari MK mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya acara ini menjadi media untuk mengasah generasi muda menguasai konstitusi dan pancasila.

“Melalui kegiatan ini, para peserta dapat mengetahui bagaimana cara mengaktualisasikan nilai-nilai yang ada dalam konstitusi dan pancasila dalam kasus konkret kehidupan sehari-hari” jelasnya.

Acara ini penting untuk dilanjutkan sebagai sarana dalam rangka memberikan kesadaran berkonstitusi dalam berwarga negara, tambah Irfan.

Ketua Pelaksana, Rizky Saeful Hayat mengatakan, lomba diskusi ini sengaja dikemas berbeda dengan lomba lain.

“Kalau orang lain biasanya lomba debat, kita lomba diskusi, jika debat hanya adu argumen, kalau diskusi itu sejauh mana peserta didik dapat memiliki penalaran yang kritis dan kreatif akan suatu masalah” jelasnya.

Rizky menambahkan, dalam kegiatan ini, peserta Civic Fair 2019 memperebutkan Trofi Bergilir Prof. Ahmad Sanusi. Beliau merupakan tokoh bagi orang-orang pendidikan hukum, politik dan kewarganegaraan.

“Kita ingin beliau jadi rule model bagi pendidikan hukum, politik dan kewarganegaraan karena beliau itu adalah seorag ilmuan yang memang selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat menjadi teladan bagi kita semua” Ujarnya.

Rizky berharap, peserta Civic Fair meningkat di tahun selanjutnya, yakni mencakup Provinsi Jawa Barat.

Juara pertama dalam lomba diskusi ini diraih oleh SMA Negeri 1 Soreang dan berhak mendapatkan Trofi Bergilir dari Prof. Dr. H. Achmad Sanusi, S.H., M.PA, disusul oleh SMA Negeri 8 sebagai juara kedua dan SMK Negeri 1 Cimahi sebagai juara ke 3. Lomba diskusi ini diikuti oleh 44 peserta dari berbagai sekolah se Bandung Raya. (RM)


Bagikan