Empat tim dari Uninus Lolos PKM Kemenristekdikti 2019

2019-04-09

Empat tim Mahasiswa Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019 dan didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia.

 

Tim pertama  berasal dari Program Studi (Prodi) Ilmu Perpustakaan dan Informasi dengan proposal berjudul “Kesiapan Pustakawan dalam Memberikan Local Content Berbasis Digital di Perguruan Tinggi Swasta Kota Bandung” oleh Dinda Puspita Dewi, Iqbal Kesuma dan Uul Aulia. Dinda selaku ketua tim menerangkan bahwa dalam penelitian ini, tim ingin mengukur sejauh mana pemahaman Pustakawan mengenai local content berbasis digital. 

 

Contoh local content di perpustakaan universitas adalah skripsi yang berbentuk buku. Menurut Dinda, buku yang tidak dirawat akan hancur seiring berjalannya waktu, maka dari itu, perlu adanya digitalisasi buku ke bentuk digital.

 

Dinda menambahkan, bahwa penelitian ini akan ditujukan kepada Pustakawan di 6 universitas swasta di Kota Bandung yang memiliki akreditasi C. “Kami memilih universitas yang terakreditasi C karena perpustakaan maupun Pustakawan di universitas tersebut biasanya baru berkembang, bahkan mungkin belum mempunyai local content yg berbasis digital,” Jelasnya.

 

Tim kedua berasal dari prodi yang sama, dengan judul “Pemetaan Kemampuan Literasi Digital Pustakawan Sekolah Menegah Atas Kota Bandung” oleh Lisma Nur Aeni, Assya Qorry Nursaffitri dan Hikmah Agustina. Lisma selaku ketua tim menerangkan, bahwa dalam penelitian ini tim akan mengukur sejauh mana kemampuan Pustakawan dalam memberikan informasi berbasis digital.

 

“Pustakawan di sekolah kan merupakan sumber informasi, apakah Pustakawan tersebut sudah bisa menyediakan koleksi perpustakaan berbasis digital apa belum, mengingat tidak semua Pustakawan sekolah berasal dari pendidikan bidang perpustakaan” jelasnya.

 

Sedangkan tim ketiga berasal dari Prodi Pendidikan Matematika, dengan judul “NUTRISI (Nugget Geometris Susu Pelangi) Sebagai Makanan Kekinian yang Bergizi,” Ariyanto selaku ketua tim menjelaskan, NUTRISI disini merupakan sebuah inovasi pangan nugget, dimana tim menggunakan Ikan Bandeng sebagai bahan dasar dalam pembuatan nugget. Selain itu, tim memberikan variasi yang berbeda yakni dengan membentuk nugget tersebut menjadi bentuk-bentuk yang sering dijumpai pada buku matematika atau bentuk yang ada di lingkungan kita. “Contohnya bentuk Geometris, kami juga menambahkan warna-warna yang bervariasi seperti halnya pelangi. Pewarna yang kami ambil dari berbagai sayuran yang baik dan sehat untuk dikonsumsi,” jelasnya.

 

Ariyanto menambahkan, alasan tim menggunakan ikan bandeng dan sayuran itu karena Indonesia tercatat sebagai negara yang paling sedikit mengkonsumsi sayuran dan ikan.  “Kami berharap dengan hadirnya inovasi pangan ini dapat dijadikan alternatif makanan ringan yang mengenyangkan dan kaya gizi,” Kata Ariyanto.

 

Tim keempat berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan judul “Phonological Instuction sebagai Dasar Pengajaran Membaca pada Anak Didik Taman Kanak-Kanak” oleh Iik Ragilia Qotimah (Pendidikan Luar Biasa) dan Aas Nurasiah Barokah (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Menurut Iik selaku ketua tim, membaca merupakan landasan utama yang perlu dikuasai anak sebagai sumber informasi, maka pembelajaran yang tepat perlu di ajarkan sejak usia dini. 

 

“Tahapan utama yang harus dimiliki adalah phonological awareness (kesadaran fonologi) yang menjadikan anak memahami antara bunyi dengan simbol/huruf yang telah dibaca yang kemudian keduanya dapat disatukan,” jelasnya.

 

Selain itu, tambahnya, ketika anak sudah memiliki phonological awareness sejak dini maka anak akan mudah untuk membaca. “Tetapi biasanya guru mengiinstruksikan anak untuk dapat menghafal urutan atau simbol yang kemudian simbol itu di bunyikan menjadi sebuah kata yang harus dimengerti oleh anak, padahal hal tersebut membuat anak menjadi bingung dan lama untuk dapat membaca dengan lancar, Kata Iik.

 

Untuk itu, tim ini menyusun strategi membaca untuk memudahkan anak agar dapat membaca permulaan, serta memudahkan guru untuk memberikan penanganan tentang bagaimana pengajaran membaca bagi anak pra sekolah. (RM)


Bagikan