Pengukuhan Guru Besar Universitas Islam Nusantara

2018-05-23

HAK kekayaan interlektual (HAKI) yang ada saat ini belum sepenuhnya melindungi kekayaan seni di Indonesia. Pemerintah belum peduli (aware) terhadap pengetahuan tradisional sehingga banyak kasus negara lain mengklaim seni yang dimiliki Indonesia. 

Hal itu disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Imas Rosidawati Wiradirja, SH., MH pada pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum di  Auditorium pascasarjana Uninus, Jln. Soekarno Hatta, Bandung Kamis, (19/10/2018).

Prof Imas menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul berjudul “Sistem Hukum Hak Kekayaan Intelektual dalam Melindungi Pengetahuan Tradisional, berasaskan Keadilan melalui SUI Generis Intellectual Property dalam rangka Pengembangan Perekonomian Nasional.” Hadir pada kesempatan tersebut Rektor Uninus Dr. H. Suhendra Yusuf, MA, Ketua Yayasan Islam Nusantara, para pendiri, dan segenap jajaran civitas akademika Uninus Bandung. 

Prof Imas mencontohkan, masih ada ratusan kesenian dan jenis batik di Jawa Barat yang belum terlindungi HAKI. “Untuk itu, sudah saatnya pemerintah aware berkaitan dengan pengetahuan tradisional ini. Apalagi pengetahuan tradisional kita sangat luar biasa banyaknya,” demikian Prof Imas saat dihubungi usai pengukuhan. 


Bagikan