skip to Main Content
100 Juta Rupiah Lebih, Ranting NU Tugusari Santuni Anak Yatim

100 Juta Rupiah Lebih, Ranting NU Tugusari Santuni Anak Yatim

Jember, NU Online

Ranting NU Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, luar biasa. Kendati hanya level kepengurusan ranting, namun program kerja organisasi langsung mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Sejak awal Ranting NU yang dipimpin H Hasbullah ini, prioritas program difokuskan pada santunan, khususnya untuk anak yatim.


Seperti yang dilakukan Ranting NU Tugusari pada Rabu (14/10) malam di lapangan Krajan, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari. Malam itu Pengurus Ranting NU setempat menggelar acara khusus yang bertajuk  Gebyar Santunan Anak Yatim.


Acara tersebut tampak cukup meriah dengan menggelar panggung lebar, lengkap dengan pelepasan kembang api saat para yatim menerima santunan. Sebagai pengiring, acara tersebut juga diisi dengan pembacaan shalawat dan tausiyah singkat.


“Intinya memang santunan. Jadi kami ingin anak-anak bahagia, tidak hanya bahagia dengan uang santunannya,” ungkap Ketua Ranting Tugusari, H Hasbullah kepada NU Online di sela-sela acara.


Dalam acara tersebut, terdapat 110 anak yatim yang mendapatkan santunan. Mereka berasal dari seluruh pelosok Desa Tugusari. Masing-masing yatim mendapatkan uang Rp1.000.000,- dengan total santunan yang dikucurkan  sebesar Rp110.000.000.-


Acara santunan itu adalah yang ke-9 dilakukan oleh Pengurus Ranting NU Tugusari, dimulai sejak tahun 2012. Dan rata-rata total nominal santuan mencapai di atas Rp50 juta rupiah.


Alhamdulillah, selama ini (santunan) lancar, semoga kami terus bisa memberikan manfaat,” jelasnya.


Namun untuk merutinkan pemberian santunan ini tidaklah gampang. Usaha ini dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh segenap Pengurus Ranting Tugusari. Salah satunya adalah dengan membentuk bank sampah. Bank sampah tersebut dikelola oleh Yayasan Raudaltul Jannah. Yayasan milik Ranting NU Tugusari yang didirikan tahun 2014.


Yayasan tersebut setiap hari menghimpun sampah berupa kertas bekas, kardus bekas, dan rongsokan dari masyarakat. Masyarakat memberikan sampah itu tanpa minta imbalan apapun karena mereka tahu hasilnya untuk kegiatan sosial. Dan yayasan pun mengelolanya secara transparan, mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga biaya administrasi.


“Semua kita lakukan demi kerja sosial, kami ada ingin memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.


Diakui H Hasbullah, pengumpulan dana untuk  santunan tidak semata-mata mengandalkan pemasukan dari bank sampah, tapi juga donasi dari masyarakat  Kecamatan Bangsalsari, bahkan luar Jawa. Jauh hari sebelumnya, panitia menyebarkan amplop kosong sebanyak mungkin kepada masyarakat untuk diisi uang, dan selanjutnya diambil  oleh panitia.


“Ya kita harus usaha kemana-kemari, bahkan teman-teman saya yang di luar Jawa, Jakarta, dan  Malaysia juga saya mintai sumbangan. Saya tidak malu, karena semua dilaporkan dengan transparan oleh panitia,” terangnya.


Pewarta:  Aryudi A Razaq

Editor: Muhammad Faizin


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search