skip to Main Content
Aktivis NU Silaturahim Dengan Majma’ Lughoh Republik Sudan

Aktivis NU Silaturahim dengan Majma’ Lughoh Republik Sudan

Khartoum, NU Online

Lembaga Kajian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCINU Sudan mengadakan pertemuan dengan Majma’ Lughoh Republik Sudan pada Ahad (17/10).


Ketua Forum bahasa Arab Kaukab al-Fushoha, Ketua Lakpesdam dan Wakil Ketua PCINU Sudan berkesempatan untuk bertemu dengan Mudir (Direktur) Majma’ Lughoh, Prof Bakri Muhammad Al Hajj.

 

Sebelum bertemu dengan Direktur, mereka bertemu dengan Amin al ‘Am Majma’ Lughoh Dr. Bashir Al Jailiy yang menyambut dengan ramah dan menanyakan kabar keadaan mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang berada di Sudan.

 

Khildan Auliya Rahman selaku ketua baru Kaukab al-Fushoha mengatakan bahwa tujuan awal kami mengunjungi Majma’ Lughoh yaitu mempererat relasi antara Majma’ Lughoh PCINU Sudan khususnya kerjasama dalam bidang pengembangan Bahasa Arab. Majma’Lughoh adalah lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1993 untuk memfasilitasi pelatihan Bahasa Arab bagi para dai di Republik Sudan.

 

Upaya mempererat relasi ini memang sudah berjalan pada kepengurusan periode sebelumnya melalui program penguatan jaringan, sehingga berhasil saling mengenal dan juga bersinergi dalam beberapa acara seperti seminar bahasa Arab.


Prof Bakri Muhammad Al Hajj selaku Mudir Majma’ Lughoh menyampaikan terima kasih atas kunjungan delegasi PCINU Sudan serta sedikit menceritakan pengalaman beliau ketika mengunjungi Indonesia.

 

Ia menceritakan, ketika sampai di Jakarta, ia disambut oleh salah seorang profesor Bahasa Arab di Indonesia, kemudian berkeliling dan singgah di salah satu warung. Ia mengaku beliau terkejut ketika dibelikan es teh karena itu suatu hal yang aneh menurut masyarakat Sudan.

 

Kemudian Yusron Kamal, Wakil Ketua PCINU Sudan mengenalkan kembali tentang program yang ada di PCINU Sudan.

 

“PCINU Sudan ini didirikan pada tahun 2000, kami disini memiliki  beberapa lembaga yang memiliki kegiatan, Salah satunya adalah Lakpesdam yang mempunyai kegiatan pengembangan Bahasa Arab dalam sebuah forum aktif yang bernama Kaukab al-Fushoha,” jelas Yusron.


Dia juga menjelaskan bagaimana NU didirikan oleh para muasis dengan segala perjuangannya, yang ketika itu Indonesia masih berada di bawah pemerintahan penjajah. Dia juga menjelaskan perkembangan Nahdlatul Ulama dan cabangnya yang sudah tersebar di beberapa negara.

 

Pertemua tersebut diakhiri dengan pemberian Kamus Tafshilat Bahasa Arab yang telah diterbitkan oleh Lakpesdam NU Sudan kepada Prof Bakri Muhammad Al Hajj. Kemudian, ia memberikan buku Panduan Metodologis Bahasa Arab, juga memberikan pesan untuk mahasiswa Indonesia di Sudan.


“Terima kasih atas kunjungan kalian. Saya berpesan untuk meningkatkan kualitas berbahasa Arab kalian dengan berbaur bersama masyarakat asing untuk mempraktikkan Bahasa Arab fusha’ bersama mereka, berdiplomasi dengan institusi-institusi asing, dan menjadi poros Bahasa Arab kelak setelah kalian pulang ke Indonesia,” ujarnya.


Selain itu, ia juga mengatakan mereka berada di kawasan yang strategis karena dekat dengan Universitas Internasional Afrika, Institut Internasional Khartoum, dan Universitas Terbuka Khartoum.

 

“Lakukanlah diplomasi dengan mereka dalam bidang pengembangan keilmuan dan peningkatan sumber daya manusia,” pungkasnya.


Kontributor: Najmuddin 

Editor: Kendi Setiawan


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search