skip to Main Content
Aplikasi Aminin Dari JQHNU Fasilitasi Pembelajaran Al-Qur’an Secara Daring

Aplikasi Aminin dari JQHNU Fasilitasi Pembelajaran Al-Qur’an secara Daring

Jakarta, NU Online

Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PP JQHNU) memfasilitasi ratusan pemuda di luar Pulau Jawa belajar Al-Qur’an daring melalui aplikasi Aminin secara gratis. Aminin merupakan aplikasi pertama belajar mengaji secara online dan interaktif berbasis Android serta iOS yang memudahkan penggunanya untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an serta pengetahuan agama. 

 

Kegiatan itu dilaksanakan atas kerja sama PP JQHNU dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) pada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI. Pembukaan secara resmi program pemberian beasiswa belajar Al-Qur’an daring kepada anak muda tersebut telah dilaksanakan secara virtual pada Selasa (13/10) kemarin. 

 

Biasanya, pemuda yang ingin menggunakan aplikasi Aminin untuk belajar qiroat qur’an membutuhkan biaya. Namun, karena seluruh biaya difasilitasi oleh JQHNU dan Bakti Kominfo maka santri tersebut bebas mengakses aplikasi Aminin sepuasnya dan dapat belajar Al-Qur’an setiap waktu tanpa dibatasi.  

 

Ketua Umum PP JQH NU KH Saifullah Ma’shum mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung program pemberian beasiswa belajar Al-Qur’an secara daring kepada pemuda di luar Pulau Jawa. Kata dia, pihaknya sengaja menggandeng Aminin, LinkAja dan Bakti Kominfo sebab memiliki keterbatasan dalam melaksanakan program kegiatan. Untuk menyempurnakan program kegiatan tersebut, PP JQHNU berkolaborasi dengan sejumlah intstansi yang dinilai sejalan dengan visi misi PP JQHNU. 

 

“Melalui Aminin maka ada jaminan model, sistem dan materi pembelajaran Al-Qur’an dijamin keshahihannya sesuai dengan ajaran Aswaja dan memiliki sanad yang jelas karena dipandu langsung oleh para ahli dari lingkungan NU,” tutur Kiai Saifullah, Rabu (14/10). 

 

Kiai Saifullah menambahkan, tujuan dari pemberian beasiswa itu yakni agar kalangan anak muda tidak ada yang buta huruf terhadap Al-Qur’an. Kata dia, Al-Qur’an adalah sumber pengetahuan dan ajaran agama Islam harus dimaknai secara sempurna melalui cara membaca setiap huruf yang membentuk kalimat di Al-Qur’an tersebut. 

 

“Mudah-mudahan tidak ada lagi generasi muda yang buta huruf,” ujarnya. 

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Kendi Setiawan


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search