skip to Main Content
Aswaja Center Uninus Sebut GP Ansor Dan Fatayat Harus Bantu NU Di Bidang Ekonomi Dan Teknologi

Aswaja Center Uninus Sebut GP Ansor dan Fatayat Harus Bantu NU di Bidang Ekonomi dan Teknologi

Bandung, Uninus.ac.id
Ketua Aswaja Center Universitas Islam Nusantara (Uninus) Ustadz Rano Syarif Wihardja mengungkapkan, menjelang seabad NU, badan-badan otonomnya harus bekerja keras agar saat memasuki abad kedua mampu lebih bermanfaat lagi untuk anggota dan masyarakat umum dan bahkan penduduk dunia.

“Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Khairunnasi anfa’uhum linnas’, sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dari sabda Nabi itu bisa dikatakan, sebaik-baiknya organisasi adalah yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat luas,” katanya ketika diminta refleksi tentang Harlah GP Ansor dan Fatayat NU yang jatuh tiap 24 April, Minggu (24/4/2022).

Sebagaimana arti namanya, kata Rano, GP Ansor berdiri pada 1934 yang diusulkan KH Abdul Wahab Hasbullah dengan nama ansor, artinya penolong. Nama itu merupakan tafaul kepada para sahabat di Madinah yang menolong Nabi dan para sahabatnya saat hijrah dari Makkah.

Menurut Rano, penggunaan kata ansor itu sangat tepat yaitu para pendiri NU meminta kalangan anak mudanya agar membantu para ulama yang sedang nahdlah atau bangkit yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Para kiai NU waktu itu tengah berusaha membangkitkan umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia dari penjajahan menuju kemerdekaan.

“Nah, sekarang situasinya sudah dalam alam kemerdekaan, apakah Ansor dan Fatayat dan banom-banom lain harus berhenti membantu NU? Tentu saja tidak, malah harus terus melakukannya dan bahkan meningkatkannya,” tegasnya. “Lalu apa yang harus dilakukan saat ini?” tanyanya.

Rano menjawab pertanyaan sendiri dengan menukil pendapat Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada 1991, Gus Dur menitipkan 2 transformasi kepada anak-anak muda NU, yaitu untuk melakulan transformasi pada bidang ekonomi dan teknologi informasi.

“Dua hal inilah yang menurut saya penting dilakukan saat ini untuk dilaksanakan Ansor dan Fatayat. Saya setuju dengan apa yang dikatakan Gus Dur,” tegasnya.

Tentu saja, sambungnya, hal itu bukan berarti meninggalkan yang lain yaitu bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan lain sebagainya.

“Selamat harlah ke-88 Ansor dan harlah ke-72 Fatayat NU. Semoga semakin maju dan bermanfaat untuk anggota dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
×Close search
Search