skip to Main Content
BAAK Uninus Selenggarakan Sosialisasi Program Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa

BAAK Uninus Selenggarakan Sosialisasi Program Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa

Bandung, Uninus.ac.id
Biro Administrasi Akademik dan kemahasiswaan (BAAK) Universitas Islam Nusantara (Uninus) menyelenggarakan sosialisasi Program Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa secara daring, Selasa (7/6/2022). Kegiatan tersebut menghadirkan 2 narasumber yaitu Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Uninus Hamdan Hidayat, M.M.Pd. dan Tim IWDM BELMAWA Arwan Nur Ramadhan, S. Pd. M.Pd.

Menurut Hamdan, Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa merupakan program dari Kemendikbud Ristek RI untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian masing-masing perguruan tinggi melalui BAAK mengadakan sosialisasi terhadap mahasiswa dan mahasiswinya.

“Ini adalah program untuk mahasiswa terkait wirausaha berbasis digital dalam berbagai bidang, mulai kesehatan, pendidikan, virtual reality, pertanian; jenis tidak dibatasi selama menggunakan teknologi digital; dengan ketentuan tiap tim 3 sampai 5 orang,” jelasnya di kantor LPPM Uninus, Gedung Rektorat Uninus, Jalan Soekarno Hatta No 530, Kota Bandung, Selasa (7/6/2022).

Menurut Hamdan, melalui sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa-mahasiswi Uninus berminat mengikutinya.

“Program ini tidak dibatasi, mahasiswa dari program studi apa pun boleh mengikutinya dengan maksimal semester 7,” katanya.

Jika ada yang berminat, BAAK dan LPPM Uninus akan melakukan bimbingan selama tenggang waktu masa pendaftaran, dibuka awal Mei ditutup pada 27 Juni nanti.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kegiatan tahunan semacam ini telah berlangsung sejak 2017-2018. Waktu itu bernama Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI), sekarang bernama Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa (IWDM). Bagi tim yang lolos akan mendapatkan bimbingan dan pembiyaan untuk pengembangannya dari Kemendikbud Ristek.

Sejak masih bernama ASMI, lanjutnya, animo mahasiswa dan mahasiswi Uninus untuk mengikuti kegiatan tersebut masih relatif kecil. Oleh sebab itu, pihaknya ke depan akan melakukan sosialisasi intensif di internal terlebih dahulu. Karena tentu saja, mahasiswa dan mahasiswi Uninus adalah pengguna sistem digital, tapi masih sebatas konsumen.

“Mungkin sebetulnya minat ada, tapi mereka bingung mulai dari mana. Ini otokritik agar kita melakukan pendampingan dari jauh-jauh hari secara reguler. Tiap tahun harus ada yang dibina agar mahasiswa sudah siap untuk mengajukan saat mengikut program itu,” jelasnya. “Setidaknya ada kompetisi dan seleksi internal,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
×Close search
Search