Peringati Isra Mi’raj, KH. Nuh Addawami Ingatkan Sivitas Akademika UNINUS: “Surga Bukan Semata Karena Amal, Tapi Rahmat Allah”
Peringati Isra Mi'raj, KH. Nuh Addawami Ingatkan Sivitas Akademika UNINUS: "Surga Bukan Semata Karena Amal, Tapi Rahmat Allah"
Thu, 22 January 2026 2:37
WhatsApp Image 2026-01-22 at 12.59.36 PM

BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Ikhlas Universitas Islam Nusantara (UNINUS) pada Selasa sore (20/01). Ratusan sivitas akademika yang terdiri dari Pengurus Yayasan Pembina, Rektorat, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa berkumpul untuk melaksanakan Istighotsah Rutin yang kali ini dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Hadir sebagai penceramah utama, Ketua Pengawas Yayasan Pembina UNINUS, KH. Nuh Addawami, menyampaikan tausiyah mendalam mengenai hakikat keselamatan seorang hamba dan pentingnya menjaga keseimbangan dalam beragama.

Majelis Zikir: Taman Surga di Tengah Kampus

Mengawali tausiyahnya, KH. Nuh Addawami mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur atas istiqamah-nya pelaksanaan istighotsah rutin setiap hari Selasa ba’da Asar ini. Beliau menegaskan bahwa majelis ilmu dan zikir di dunia adalah cerminan dari Taman Surga (Riyadul Jannah) di akhirat.

Mengutip sebuah hadis riwayat Imam Al-Baihaqi, beliau menyampaikan: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka merumputlah (nikmatilah) di dalamnya.’ Para sahabat bertanya, ‘Apa itu taman surga ya Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Majelis-majelis zikir’.”

Kiai Nuh menjelaskan bahwa keberkahan majelis ini bersifat inklusif. Rahmat Allah tidak hanya turun kepada mereka yang khusyuk melafalkan zikir, tetapi juga menaungi siapa saja yang hadir duduk di dalamnya, meskipun hanya diam.

“Malaikat melingkupi majelis ini, rahmat Allah dicurahkan, dan ketenangan (sakinah) diturunkan. Inilah cara kita menjemput kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujar beliau.

Koreksi Teologis: Amal vs Rahmat

Dalam inti ceramahnya, KH. Nuh Addawami meluruskan pandangan umum mengenai peran amal ibadah. Beliau mengingatkan sivitas akademika UNINUS agar tidak terjebak pada perasaan “ujub” atau bangga diri atas banyaknya amal yang dilakukan.

Beliau menukil hadis shahih yang menegaskan bahwa miftahu sa’adatid darain (kunci kebahagiaan dunia akhirat) bukanlah amal semata, melainkan Rahmat Allah SWT.

“Tidak ada seorang pun, tidak juga kalian, yang amal perbuatannya bisa menyelamatkannya dari api neraka atau memasukkannya ke surga, kecuali karena Rahmat Allah,” tegas KH. Nuh.

“Bahkan ketika Rasulullah ditanya oleh sahabat, ‘Apakah engkau juga demikian ya Rasulullah?’, Nabi menjawab: ‘Ya, aku pun demikian, kecuali Allah menyelimutiku dengan Rahmat-Nya’.”

Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh warga kampus bahwa bekerja dan beribadah harus diniatkan sebagai upaya mencari keridhoan dan kasih sayang Allah, bukan sekadar transaksional pahala.

Filosofi Buroq: Simbol Islam Wasathiyah UNINUS

Mengaitkan dengan momen Isra Mi’raj, KH. Nuh Addawami memberikan tafsir menarik mengenai kendaraan Nabi Muhammad SAW, yakni Buroq. Secara fisik, Buroq digambarkan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Hal ini, menurut beliau, merefleksikan karakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang diusung oleh UNINUS.

“Mengendarai Islam itu ibarat menaiki Buroq. Karakternya tidak ekstrem kanan (radikal/keras) dan tidak ekstrem kiri (liberal/menggampangkan). Islam itu tawassuth (tengah-tengah), moderat, dan seimbang,” paparnya.

Beliau menekankan bahwa identitas Islam Nusantara yang menjadi nama universitas harus mencerminkan sikap moderasi ini—tegas dalam prinsip namun santun dalam penyampaian, serta akomodatif terhadap budaya selama tidak bertentangan dengan syariat.

Implementasi Rahmah di Lingkungan Kerja

Menutup tausiyahnya, KH. Nuh Addawami berpesan agar konsep “Rahmat” tidak hanya dipahami secara teologis, tetapi juga sosiologis di lingkungan kerja kampus. Agar Rahmat Allah turun ke UNINUS, maka penghuninya harus saling berkasih sayang.

“Hanya orang-orang yang penyayang (ar-ruhamau) yang akan disayang oleh Allah (Ar-Rahman). Dosen menyayangi mahasiswa, atasan menyayangi bawahan, dan sesama rekan kerja saling peduli,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan universitas dan keselamatan bangsa, dilanjutkan dengan tradisi musafahah (bersalam-salaman) yang mempererat tali silaturahmi antar seluruh elemen kampus.

berita

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Please select form to show

Artikel Lainnya

Pertegas Posisi sebagai Inisiator Jabar Halal, Uninus Akselerasi Pembentukan Zona KHAS Kampus
BANDUNG, uninus.ac.id – Mengukuhkan kembali komitmennya sebagai perguruan tin...
Tue, 20 January 2026 | 8:20
Mantapkan Kinerja Semester Genap 2026, Ketua Yayasan Tekankan Sinergi "Super Tim" dan Karakter Aswaja Annahdliyah
BANDUNG, uninus.ac.id – Mengawali langkah di semester genap tahun akademik 20...
Tue, 20 January 2026 | 7:53
UNINUS Terima SK Jabatan Akademik Dosen, Raih Posisi Terbanyak Ke-2 Lektor Kepala di Jawa Barat
Bandung, uninus.ac.id – Universitas Islam Nusantara (UNINUS) kembali mencatat...
Fri, 9 January 2026 | 4:06
Uninus dan Ibn Sina Institute Teken MoU Saat Istighotsah Rutin, Jalin Kerja Sama Program Kesehatan Umat
BANDUNG – Universitas Islam Nusantara (Uninus) resmi menjalin kerja sama stra...
Wed, 31 December 2025 | 11:54