skip to Main Content
Biaya Umrah Naik, Komnas Haji Dan Umrah Dorong Transparansinya

Biaya Umrah Naik, Komnas Haji dan Umrah Dorong Transparansinya

Jakarta, NU Online

Komnas Haji dan Umrah mendorong Kementerian Agama sebagai regulator dan pengawas harus transparan dalam menetapkan harga referensi biaya umrah di masa Covid-19.


“Penyesuaian biaya harus transparan, akuntabel dan tidak merugikan calon jemaah,” ujar Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj kepada NU Online, Selasa (3/11).


Kenaikan tarif pendaftaran dan biaya perjalanan umrah memang ditengarai oleh berbagai aturan protokol kesehatan. Misalnya tes swab atau PCR yang disyaratkan, kemudian biaya-biaya lain di tanah suci termasuk harus menanggung biaya kenaikan harga di sana seperti hotel, transportasi dan akomodasi.


“Dari informasi yang beredar penyesuaian biaya berkisar sampai 20-30 persen, bahkan ada yang lebih,” ujarnya.


Di sisi lain, pelaksanaan ibadah umrah dengan berbagai keterbatasan seperti sekarang juga menekan biaya lain aspek tertentu, sehingga ada pula penghematan.


Di samping itu, Dosen Hukum Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyampaikan pembatasan umur calon jamaah yang bisa berangkat dari 18-50 tahun. Ia mempertanyakan bagaimana dengan mereka yang di bawah dan/atau di atas usia itu, sedangkan mereka sudah lunas.


“Status mereka juga harus jelas, apakah uangnya dikembalikan oleh travel atau biaya yang telah masuk diendapkan menunggu perubahan regulasi sampai mereka diizinkan, akan tetapi waktunya tidak jelas pastinya, kapan batasan usia itu akan dicabut baik oleh Kemenag atau pemerintah Arab Saudi,” katanya.


Hal ini, lanjutnya, belum dijelaskan dan perlu mendapat kepastian yang menjadi PR Kemenag ke depan. 


Oleh karena itu, Mustolih menegaskan penyelenggaraan umrah di masa pandemi harus mendapatkan perhatian dan pengawasan dari lintas sektor, termasuk oleh Gugus Tugas Covid-19.


“Bila nanti ada peristiwa yang tidak terduga menyangkut keselamatan jemaah umrah harus ada langkah-langkah yang cepat dan dilakukan evaluasi menyeluruh sehingga tidak membahayakan jemaah dan pihak lain, baik di tanah air maupun di tanah suci,” pungkasnya.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search