skip to Main Content
Bisnis Azaria, Money Game Berbungkus Perdagangan Langsung

Bisnis Azaria, Money Game Berbungkus Perdagangan Langsung

Sebuah surat elektronik masuk ke redaksi NU Online meminta peneliti agar meninjau bisnis Azaria yang bernaung di bawah bendera PT. Unionfarm Azaria Berjaya. Perusahaan ini mengaku sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penjualan langsung untuk produk-produk kecantikan dan kosmetik yang berdiri sejak tahun 2015 dengan Akte Pendirian Notaris Sjamsuriaman, SH., M.Kn., No.15 tanggal 19 Mei 2015 dan memiliki bekal SIUP-L (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung) yang bersifat “sementara” dengan Nomor 64/1/IU/PMDN/2017.

 

Adapun produk yang diperjualbelikan oleh Azaria melalui Penjualan Langsung (MLM) adalah “produk-produk kecantikan yang premium”. Sebagian situs menyebut bahwa Azaria juga menjualbelikan produk kesehatan.

 

Karena mendapatkan izin SIUP-L maka pola pemasaran yang diperkenalkan oleh Azaria adalah bisnis dengan pola Multi Level Marketing (MLM) yang diberi sentuhan khusus, lalu ditawarkan sebagai sistem “Q Marketing” [arsip].

 

Apa itu Q Marketing dan Apa Bedanya dengan MLM Biasa?

 

Pada umumnya pola pemasaran produk gaya MLM, kita temui bahwa ciri khas dari sistem penjualan langsung MLM ini menurut APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia), adalah sebagai berikut:

 

  1. Membuka peluang berpenghasilan bagi siapa saja yang mau berusaha berdasarkan kerja sama kemitraan
  2. Landasan bisnisnya terdiri dari 3 hal, yaitu merekrut, mendidik, dan memotivasi para mitra usaha yang lazim disebut Distributor atau Dealer
  3. Ada biaya pendaftaran keanggotaan kepada para Distributor/Dealernya dengan nilai yang pantas sesuai dengan starter kit yang diperoleh
  4. Perusahaan memiliki sejumlah produk (barang atau jasa) dengan harga yang masuk akal untuk dijual melalui para Distributor/ Dealer hingga sampai ke tangan konsumen
  5. Berdasarkan volume penjualan yang dicapai, para Distributor/Dealer memperoleh imbalan berupa komisi beserta insentif dan berbagai hadiah yang menarik yang jumlah dan besarnya tidak terbatas
  6. Memberlakukan sistem di mana seorang anggota hanya mendapatkan satu keanggotaan dan tidak boleh lebih
  7. Bagi Distributor/Dealer yang aktif bekerja, peluang berpenghasilan sudah pasti ada (penjualan produk menjamin adanya keuntungan)
  8. Program pemasaran (marketing plan) sederhana dan transparan.

 

Jika menyimak ketentuan mengenai MLM yang disampaikan oleh APLI ini maka dapat disimpulkan setidaknya 3 hal yang utama berkaitan dengan pendapatan member, yaitu:

 

  1. Produk barangnya terjamin kualitasnya sehingga terjamin laba bagi yang menjualbelikan produk
  2. Besaran komisi ditentukan dari banyaknya penjualan sehingga masuk dalam rumpun akad ju’alah (prestasi penjualan)
  3. Harga dan produk berada dalam kisaran yang wajar
  4. Tidak ada peluang bagi member untuk hanya terjebak pada pencarian anggota semata sehingga lalai dari tugas utamanya melakukan jual beli (ighra’).

 

Lantas bagaimana dengan sistem Q Marketing yang ditawarkan oleh Azaria?

 

Situs resmi Azaria adalah myazaria.com. Namun, sebagaimana bisnis-bisnis money game lainnya, penjelasan secara terbuka mengenai skema bisnis berikut iming-iming keuntungan sangat besar dipaparkan oleh para member-nya melalui berbagai situs dan platform media sosial. Para anggota yang didorong gencar merekrut anggota baru memang diberi bekal konten untuk menjelaskan dan memikat anggota baru agar terjun ke dalam bisnis tersebut, minimal membeli produk dengan harga sangat tinggi.

 

Q Marketing pada dasarnya merupakan MLM juga tapi dengan keunikan tersendiri. Menurut mereka, Q Marketing Azaria adalah sebuah terobosan baru yang revolusioner, kombinasi dari beberapa sistem marketing online shop/toko online yang telah ada dan dirancang oleh beberapa praktisi marketing yang telah berpengalaman bertahun-tahun sehingga menghasilkan sebuah formula yang terbukti mudah dan cepat menghasilkan uang berlimpah. Mereka mengklaim, Q Marketing Azaria tidak mengenal level-levelan, tidak perlu bina kanan-bina kiri, tidak perlu IQ tinggi untuk memahami sistemnya yang sangat sederhana dan unik, serta anti zonk dengan produk toko online yang nyata dan berkualitas.

 

Klaim “kehebatan” Azaria ini bisa kita temukan di banyak platform media sosial [arsip] dan situs daring. Sebagian dibuat berupa situs web  [arsip], sebagian platform gratisan seperti Kaskus [arsip], Google Site [arsip], Facebook, dan lain-lain. Melalui mesin pencarian Google, kita dengan mudah menemukan informasi tersebut berseliweran dengan ulasan yang mayoritas mirip, bahkan sama.

 

Masih dengan sumber yang sama, mereke mengakui bahwa dengan berbekal sistem Q Marketing ini, dan berbekal modal 1,4 juta rupiah, pihak member Azaria dijanjikan bonus 1 juta berkali-kali tanpa batas, dan keuntungan ratusan juta, dengan:

1. Tanpa kejar target jualan

2. Tanpa tutup poin setiap bulan

3. Tanpa harus stok barang

4. Produk berkualitas.

5. Sistem plan sangat mudah

6. Bonus dibayarkan 1 x 24 jam

7. Bukan MLM, bukan money game

 

Dengan demikian dapat digarisbawahi bahwa dalam Azaria berlaku hal-hal sebagai berikut:

 

  1. 1.4 juta kedudukannya adalah sebagai biaya pendaftaran member yang kelak mendapat produk Starter Kit
  2. Kerja member tidak memiliki target volume penjualan, sehingga komisi/bonus yang dihasilkan juga tidak berdasarkan prestasi penjualan (ju’alah), melainkan berbekal pencarian anggota baru
  3. Poin kedua di atas dikuatkan dengan pengakuan (iqrar) dari tim pemasaran tersebut bahwa kerja member tidak perlu keberadaan produk/stok barang
  4. Kesimpulan terakhir dari apa yang disampaikan oleh tim marketing Azaria di atas bahwa sistem tersebut bukanlah sistem MLM adalah benar. Sebab MLM sebagaimana yang dijelaskan oleh APLI adalah penjualan langsung dengan tetap ada target volume keterjualan produk.
  5. Pengakuan tim Azaria bahwa bisnis tersebut adalah bukan money game juga adalah benar sebab ada produk yang diperjualbelikan.

 

Asal Bonus Member dari Sistem Q Marketing Azaria

 

Permasalahannya, bila tidak berdasar target volume penjualan tapi member Azaria bisa mendapatkan bonus yang besar, lantas bonus itu diperoleh dari mana? Dan apa kriteria perolehan bonus tersebut?

 

Berdasar penelusuran terhadap situs resmi Azaria, bonus member Azaria diperoleh dari:

 

Pertama, pihak yang ingin bergabung dengan Azaria, harus mendaftar terlebih dulu menjadi anggota Azaria, dengan modal 1,4 juta dan mendapat 3 jenis produk Azaria. Selanjutnya status anggota ini disebut sebagai anggota “Associate”.

 

Kedua, member yang sudah bergabung dengan Azaria memiliki tugas utama, yaitu mencari 1 member baru yang bisa ditetapkan sebagai “Associate” dan menyetorkan 1,4 juta. Anggota “Associate” yang baru ini juga mendapat 3 produk dari Azaria.

 

Ketiga, berbekal keberhasilan menjaring 1 orang anggota ini, pihak member lama berubah statusnya dari “Associate” menjadi QA “Qualified Associate”. Dan berbekal penjaringan tersebut, ia mendapatkan bonus langsung sebesar 1 juta rupiah dari perusahaan. Alhasil, secara matematis, tinggal 400 ribu rupiah yang belum ditutupnya untuk bisa dibilang kembali modal. Bonus ini bisa berlaku selama berkali-kali selama ia mampu menjaring anggota baru. Jika member Azaria mampu menjari 10 orang anggota, maka ia mendapat bonus 10 x 1 juta = 10 juta, yang disebut perusahaan sebagai bonus langsung penjualan, sebab setiap anggota baru wajib stor 1.4 juta rupiah dan masing-masing mendapat 3 produk.

 

Keempat, jika member yang berhasil dijaring (“Associate”) melakukan kerja yang sama dengan member yang sudah berstatus QA, maka peran QA menempati posisi sebagai “Sponsor”. QA selanjutnya mendapatkan bonus selaku sponsor sebesar 10% dari total 5 juta yang diperoleh “Associate” yang dijaring oleh “Associate yang pernah dijaringnya.” Misalnya, Amir adalah Associate Anda. Lalu Amir berhasil menjaring 5 orang associate baru, sehingga ia mendapat bonus 5 juta versi pertama. Dari sini, Anda selaku yang berperan sebagai sponsor dari Amir, mendapatkan royalti sebesar 10% (500 ribu) dari total bonus Amir, tanpa mengurangi perolehan bonusnya Amir (5 juta rupiah).

 

Jika dihitung secara matematis, berarti dari setiap Associate yang dijaring oleh Amir, Anda mendapatkan passive income sebesar 100 ribu. Jadi uang yang masuk ke perusahaan adalah 1.4 juta dikurangi 1 juta dan 100 ribu, sama dengan 300 ribu rupiah per orang yang daftar.

 

Kelima, bonus selanjutnya diperoleh dari hasil transaksi jual beli member Associate secara langsung (direct selling) dengan pihak pembeli produk Azaria (bukan anggota) di web MyAzaria. Setiap transaksi yang terjadi antara “associate direct selling”, maka dari total belanja produk Azaria, pihak QA selaku pemberi sponsor berhak mendapatkan 20% dari total keuntungan transaksi. Alhasil, bila transaksi itu mencapai 1.4 juta (misalnya), maka QA berhak mendapatkan passive income sebesar 280 ribu rupiah. Sisanya masuk ke perusahaan.

 

Keenam, jika member Associate sudah mendapatkan total bonus sebesar 15 juta maka ia dikenakan wajib belanja oleh perusahaan lewat fitur belanja situs resmi MyAzaria, minimal 1 juta rupiah. Dari sini, pihak QA (sponsor) berhak mendapatkan bonus sebesar 20 persen juga (200 ribu rupiah).

 

Jika dihitung secara matematis, 15 juta diperoleh Associate lewat penjaringan anggota Associate lain sebanyak 15 orang. Alhasil, dengan program wajib belanja ini, maka total perolehan Associate dari menjaring 15 orang anggota adalah 14 juta. 1 juta sisanya dikembalikan kepada perusahaan (800 ribu), dan 20 persennya ke QA (200 ribu).

 

Jika dirinci, karena 200 ribu diperoleh setelah 15 penjaringan member, maka untuk setiap membernya, uang yang masuk ke QA, adalah sebesar 200 ribu dibagi 15, sama dengan 13.333 ribu rupiah.

 

Jadi, uang yang murni masuk ke perusahaan dari hasil uang pendaftaran sebesar 1.4 juta rupiah per member, tinggal 300 ribu dikurangi 13.333 rupiah, sama dengan 286,667 rupiah.

 

Skema lebih jelasnya tampak dalam situs salah satu anggota bisnis Azaria [arsip] berikut ini:

 

Berapa Harga Jual Produk Sebenarnya dari Azaria?

 

Melalui penelusuran di atas, kesimpulan akhir dari harga jual produk sebenarnya dari Azaria adalah sebesar 286,667 rupiah. Rincian ini diperoleh dari biaya “pendaftaran anggota” yang merupakan keniscayaan dari sistem MLM, yang untuk member Azaria ditetapkan sebesar 1.4 juta rupiah dengan perolehan berupa fasilitas 3 buah Starter Kit Azaria.

 

Karena 1 juta rupiah dari 1.4 juta harus diserahkan kepada QA, maka uang yang masuk ke atasan tinggal 400 ribu. Nilai 400 ribu masih dikurangi dengan bonus sponsor sebesar 100 ribu rupiah, sama dengan 300 ribu rupiah. Hasil akhir 13.333 rupiah sebagai pengurang nilai 300 ribu rupiah diperoleh berbekal bonus wajib belanja. Sehingga total akhir uang yang masuk ke perusahaan ada pada kisaran 286 ribuan atau tidak jauh dari ini.

 

Karena biaya ini merupakan hasil akhir uang yang masuk ke perusahaan dan untuk 3 buah produk, yang jika dikalkulasi secara matematis adalah rata-rata sama dengan 286 ribu dibagi 3, maka harga per produknya adalah ada pada kisaran 75 ribuan.

 

Lantas, Mengapa Azaria Menetapkan Biaya Pendaftaran sebesar 1.4 Juta Rupiah?

 

Jika mendapati rincian harga produk yang hanya senilai 286 ribuan untuk 3 kategori produk starter kit, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya dalam skema bisnis Azaria terdapat praktik kecurangan (ghabn) dan penipuan (tadlis) dengan menyembunyikan harga sebenarnya dari produk Azaria melalui label Premium. Tentunya, harga produk yang sekian ini adalah tidak sesuai dengan manfaat produk yang dijanjikan.

 

Buah dari pembengkakan dari harga produk yang seharusnya ada di kisaran 286 ribuan menjadi 1.4 jutaan menjadikan Azaria berani menawarkan sejumlah komisi penjualan kepada member associate-nya.

 

Bagi Associate, karena bonus dari kejar anggota ini memberikan potensi penghasilan yang jauh lebih besar dari perolehan keuntungan lewat penjualan produk, maka timbul yang dinamakan dengan istilah ighra’, yaitu lalainya tugas member untuk melakukan penjualan sehingga semata mencari bonus pencarian anggota.

 

Mafhum mukhalafah (pembacaan terbalik) dari kondisi ighra’ semacam ini adalah:

 

  1. Bahwa telah terjadi pengelabuan oleh MyAzaria kepada member-nya
  2. Produk yang dijual hanyalah pengelabuan semata untuk menutupi bisnis inti sebenarnya yaitu praktik money game
  3. Bukti dari praktik money game ini sudah diakui oleh salah satu tim pemasarannya dengan sumber sebagaimana yang telah disampaikan oleh peneliti di atas, dan bisa dirujuk langsung ke situs MyAzaria, khususnya dengan cara merinci dan mencermati skema bisnis dan pemberian bonus oleh MyAzaria
  4. Alhasil, mengikuti bisnis Azaria berdasar hasil penelusuran penulis di atas adalah haram sebab money game-nya. Kecuali ada bukti lain—yang mungkin luput dari jangkauan peneliti—yang menunjukkan bahwa praktik di lapangan bisnis Azaria tidak demikian.

 

Demikian, semoga tulisan ini dapat membantu masyarakat untuk mengenali sistem bisnis sebenarnya yang ditawarkan oleh Azaria yang di bawah naungan PT Unionfarm sebagaimana yang disampaikan di awal tulisan ini, lengkap rincian lengkap berdasar Surat Izin Usahanya. Wallahu a’lam.

 

Muhammad Syamsudin, S.Si., M.Ag, Peneliti Bidang Ekonomi Syariah – Aswaja NU Center PWNU Jatim dan Wakil Sekretaris Bidang Maudluiyah LBM PWNU Jatim


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search