skip to Main Content
BRG Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pertanian Ramah Gambut

BRG Dukung Ketahanan Pangan melalui Pertanian Ramah Gambut

Jakarta, NU Online

Deputi Bidang Edukasi Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Myrna Asnawati Safitri menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Diskusi Daring Hari Pangan Sedunia bertajuk Mengantisipasi Krisis Pangan di Tengah Pandemi yang diselenggarakannya NU Online dan BRG RI, Jumat (16/10).  

 

Dalam kesempatan itu, Myrna mendorong ketahanan pangan terwujud melalui pertanian yang ramah gambut. Kata dia, komitmen BRG untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia tak hanya saat pandemi Covid-19. Sejak 2016 lalu, BRG telah bekerja bersama para petani di perdesaan gambut dalam rangka merevitalisasi perekonomian masyarakat. 

 

Tujuan utama program revitalisasi tersebut agar pemulihan lahan gambut yang rusak dapat diwujudkan. BRG, kata Myrna, mendorong ketahanan pangan melalui program Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG) yang rutin digelar di 590 Desa Peduli Gambut (DPG). DPG merupakan desa-desa yang menjadi target restorasi BRG di tujuh provinsi di Indonesia. 

 

“Dari kegiatan SLPG itu kami telah memiliki 1.019 petani yang terlibat, 20 persen di antaranya perempuan. Sudah ada 265 demplot pertanian alami tanpa bakar yang dikembangkan,” kata Myrna. 

 

Dia menambahkan, para petani membangun demplot di desanya masing-masing. Setelah ditatar oleh BRG para petani mengujicobakan berbagai jenis tanaman yang cocok di lahan gambut. Sebagian besar preferensi yang mereka gunakan adalah tanaman pangan. Tanaman pangan dipilih karena lebih menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan prosesnya lebih cepat. 

 

“Bagi kami di BRG persoalan pangan untuk para petani telah kami perhatikan sejak awal adanya DPG. Ada beberapa hal yang kami lakukan. Di desa yang menjadi target restorasi kami menjalankan program pendampingan. Kemudian penguatan partisipasi melalui  SLPG dan melakukan revitalisasi mata pencaharian masyarakat diantaranya dengan memberikan bantuan ekonomi,” tuturnya. 

 

Hadir pada kegiatan itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof Dr Maksum Machfoedz  dan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri. Diskusi dilakukan dalam rangka menyemarakkan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober. 

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Kendi Setiawan


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search