skip to Main Content
Gerakan NU Tak Lepas Dari Tradisi Pesantren

Gerakan NU Tak Lepas dari Tradisi Pesantren

Brebes, NU Online

NU adalah pesantren besar, dan pesantren adalah NU kecil. Karena itu, warna gerakan serta ruh NU tidak lepas dari nilai dan tradisi pesantren. Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) sebagai banom NU dan lembaga yang menaungi pesantren mempunyai amanat untuk melayani dan khidmah kepada pesantren.


Demikian disampaikan Ketua PC RMINU Kabupaten Brebes KH Akhmad Sururi di sela Pelantikan PC RMI Kabupaten Brebes masa khidmat 2020-2025. Acara itu dirangkai dengan bedah buku Teologi Wabah Covid-19 yang digelar di Pesantren Nurul Hayah, Ketanggungan, Brebes, beberapa waktu lalu.


“Hal tersebut sangat membutuhkan peran kebersamaan agar dalam berkhidmah dapat mewujudkan visi dan misi RMI,” kata Kiai Sururi.


Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa semua pengurus yang dilantik pada hari ini sudah mempunyai komitmen bersama untuk menggerakkan pesantren sebagai lembaga tafaquh fiddin dengan kitab kuning yang berhaluan Aswaja.


Dalam sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Nurul Hayah KH Ja’far At-Thayyar bahwa setelah pelantikan RMI harus digerakkan, sehingga kehadiran RMI di Kabupaten Brebes dapat dirasakan komunitas pesantren se-Kabupaten Brebes.


“Kami siap untuk memfasilitasi dan mendampingi program-program yang akan dilaksanakan oleh PC RMI Kabupaten Brebes,” ujar kiai lulusan Universitas Al-Ahgaff, Yaman ini.


Kiai Ja’far berharap pasca pelantikan PC RMINU Brebes ada program pengkaderan yang bertujuan membekali para kader dalam terjun di masyarakat. “Hal ini sangat penting dalam rangka membentengi masyarakat dari ajaran-ajaran yang hendak merusak akidah Ahlussunnah Wal Jamaah,” tandasnya.


Sebelum pelantikan, PC RMI Kabupaten Brebes sudah melakukan kajian ilmiah dengan menterjemahkan Kitab Tijan al-Darari. Penterjemahan ini bertujuan agar kitab Tauhid yang menjadi pegangan pesantren dapat dipahami oleh lembaga pendidikan formal di bawah naungan LP Ma’arif NU.


Pelantikan dan bedah buku tersebut juga dihadiri oleh beberapa Pengurus Harian PCNU Brebes, antara lain Wakil Ketua PCNU H Samsul Ma’arif, Bendahara PCNU Nasirul Umam, dan Sekretaris PCNU Brebes Fatihin. Turut hadir dalam  acara tersebut, Gus Abdurrahman putra Almaghfurlah KH Moh Nasrudin (Ketua PCNU Brebes).


Acara dalam rangka Hari Santri Nasional tahun 2020 itu dihadiri langsung penulis buku, yakni Mukti Ali Qusyairi. Sebagai pembahas yakni KH Atmo Tansidik (Budayawan dan PC  Lesbumi NU Tegal) dan Ki Haryo Enthus Susmono (putra Dalang legendaris Ki Enthus Susmono). 


Bedah buku dan pelantikan PC RMI NU Kab Brebes yang diselenggarakan pada Ahad, 24 Oktober 2020 itu dihadiri sejumlah pengurus pesantren, badan otonom di lingkungan PCNU Brebes serta beberapa pengurus MWCNU se-Kab Brebes.


Editor: Musthofa Asrori


 


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search