skip to Main Content
Ingin Jadi Jurnalis? Ikutilah Kelas Menulis NU Online

Ingin Jadi Jurnalis? Ikutilah Kelas Menulis NU Online

Jakarta, NU Online

Situs Resmi Nahdlatul Ulama, NU Online, kembali menggelar ‘Kelas Menulis NU Online’. Kelas akan diadakan melalui daring sebanyak 12 pertemuan.


Pemimpin Redaksi NU Online Ahmad Mukafi Niam mengatakan, pelatihan diadakan untuk menjaring jurnalis-jurnalis baru. Terlebih saat ini NUO sudah memiliki tiga cabang di daerah, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.


“Kelas menulis NU Online ini diproyeksikan untuk memberikan keahlian dan kecakapan kepada kontributor NU Online di bidang kewartawanan. Selesai mengikuti kelas menulis ini, kontributor NU Online diharapkan memiliki pemahaman, pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang memadai dalam hal penulisan jurnalistik,” kata Niam, Rabu (11/11) di Jakarta.


Dalam kelas menulis ini, dibahas dasar-dasar jurnalistik yang meliputi jurnalisme online, tugas pewarta, bahasa jurnalistik, tata cara penulisan warta, reportase, teknik wawancara, penyuntingan tulisan, dan kode etik jurnalistik. 


“Hal ini ditempuh melalui upaya pelatihan di dalam kelas menulis dengan penguasaan berbagai teori kewartawanan, serta melalui praktik menulis atau langsung terjun ke lapangan. Dengan demikian, kontributor NU Online memiliki kemampuan dasar untuk menjadi pewarta,” imbuh Niam. 


Ia menyebutkan, pendekatan pembelajaran yang dilakukan meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi, pemecahan masalah, dan pendampingan menulis. Tidak itu saja, peserta juga diberikan tugas penyajian karya jurnalistik berupa warta dan praktik wawancara.


Pelatihan ini terbuka untuk pria maupun wanita, aktif di organisasi NU, memiliki ketertarikan pada jurnalistik, berusia maksimal 25 tahun pada Desember 2020. Peserta harus bersedia mengikuti keseluruhan sesi, mengirimkan tulisan ‘Aku Ingin Menjadi Jurnalis NU Online’ sepanjang minimal 300 kata.

 

Calon peserta yang dinyatakan lolos berdasarkan persyaratan berkas seleksi awal, diharapkan membayar dana komitmen sebesar Rp150 ribu. Nomor rekening dan nama-nama peserta yang lolos pada seleksi awal akan diumumkan kemudian. Calon peserta agar berhati-hati dengan kemungkinan penipuan yang dilakukan pihak di luar NU Online. 


Usai pelatihan ini, peserta akan memperoleh Kaos NU Online, berjejaring dengan penulis NU Online, dan berkesempatan menjadi kontributor tetap NU Online.


Kelas akan berlangsung setiap Sabtu pukul 10.00-13.00 WIB melalui aplikasi Zoom mulai 5 Desember 2020. Pendaftaran paling lambat 20 November 2020 melalui google form Pendaftaran Pelatihan Menulis NU Online.


Niam optimis, pelatihan ini tidak sekadar sebagai kegiatan. Namun, ia akan melahirkan jurnalis-jurnalis baru. “Terbukti beberapa kontributor, bahkan redaktur NU Online yang saat ini aktif adalah alumni kelas pelatihan menulis NU Online,” ujarnya. 


Diketahui pelatihan menulis NU Online bukan kali ini saja diadakan. Sejak 2016, NU Online menggelar pelatihan serupa. Akan tetapi, pelatihan kali ini pertama diadakan secara daring.


Pewarta: Kendi Setiawan

Editor: Musthofa Asrori


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search