skip to Main Content
Jamaah Umrah Wajib Jalani Karantina Setiba Di Arab Saudi

Jamaah Umrah Wajib Jalani Karantina Setiba di Arab Saudi

Jakarta, NU Online

Calon jamaah umrah harus menjalani karantina selama tiga hari setelah kedatangan. Hal ini sebagai bagian dari menjaga protokol kesehatan yang disyaratkan untuk pelaksanaan umrah di masa pandemi Covid-19.

 

 

Pernyataan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dalam akun Instagram-nya, jamaah yang boleh melaksanakan umrah adalah berumur 18-50 tahun, menujukkan hasil test CPR negatif yang berlaku tidak lebih dari 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Jamaah juga wajib mengenakan masker, serta menjaga jarak.

 

Sebelumnya disampaikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mulai 1 November 2020 telah membuka kembali pelayanan ibadah umrah bagi masyarakat internasional dalam jumlah terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

 

Pada tanggal 1 November 2020, sebanyak 224 orang jemaah umrah dari Indonesia telah tiba di Jeddah sekitar pukul 19.00 waktu Jeddah dengan Saudi Airlines SV 817 rute Jakarta-Jeddah. Jamaah disambut langsung oleh Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, didampingi Staf Teknis Haji, Staf Teknis Perhubungan, dan staf terkait lain serta para penyelenggara umrah di Jeddah.

 

Selain itu, KJRI Jeddah terus memantau kegiatan ibadah umrah yang berlangsung bekerjasama dengan instansi terkait di Indonesia dan Arab Saudi untuk memastikan agar dapat berjalan aman, tertib dan nyaman.

 

Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurrahman Senin (2/11) menyampaikan regulasi penyelenggaraan umrah di masa pandemi telah siap. Substansi kebijakannya sudah dibicarakan dengan Komisi VIII (DPR RI).

 

Sesuai arahan Menag Fachrul Razi, Oman menuturkan, regulasi tersebut kemudian dibahas dengan para pihak terkait yakni Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan pihak penerbangan.

 

Terkait proses karantina jamaah umrah, disebutkan PPIU bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jamaah yang akan berangkat ke Arab Saudi dan setelah tiba dari Arab Saudi. PPIU bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jamaah setelah tiba di Arab Saudi sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.

 

Selain itu, karantina dilaksanakan dalam rangka proses pemeriksaan sampai dengan keluarnya hasil tes PCR/Swab. Selama jamaah berada dan meninggalkan tempat karantina mengikuti protokol kesehatan. Jamaah wajib mengikuti protokol kesehatan yang diperuntukkan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri. 

 

Pewarta: Kendi Setiawan

Editor: Muchlishon


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search