skip to Main Content
Jati Diri Dan Kepribadian Bangsa Indonesia Melekat Pada Santri 

Jati Diri dan Kepribadian Bangsa Indonesia Melekat pada Santri 

 Semarang, NU Online 

Hari santri memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, karena dari situlah dapat digali jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia  yang melekat pada diri santri.

 

Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Prof KH Imam Taufiq mengatakan, dari aktivitas hari santri itulah diketahui bahwa di awal-awal kemerdekaan Indonesia, santri mengambil prakarsa memenuhi panggilan mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa tanpa pamrih.

 

“Maka memperingati hari santri menjadi penting, momentum ini sekaligus menjadi pemicu upaya-upaya untuk menguatkan jatidiri bangsa Indonesia” kata Prof Kiai  Imam yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo Semarang dalam talk show di Studio TVRI Jateng beberapa waktu lalu.

 

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Wali Songo, M Rikza Chamami mengatakan, sebagai perguruan tinggi Islam  UIN Wali Songo Semarang selalu berpartisipasi aktif memeriahkan peringatan hari santri dengan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki.

 

“Mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 22 propinsi di tanah airpun kita libatkan, agenda yang disiapkan dalam tugas akademik ini  dikaitkan dengan peringatan hari santri, ” kata Rikza kepada NU Online di Semarang, Senin (26/10).

 

Dikatakan, saat ini sejumlah 2.156 mahasiswa sedang mengikuti program KKN di 22 Provinsi di seluruh Indonesia. Mereka berpartisipasi aktif ikut serta merayakan hari santri dengan sejumlah acara kemasyarakatan.

 

“Dalam memperingati Hari Santri 2020 ini UIN Wali Songo menggelar berbagai macam lomba-lomba tingkat nasional yang digelar secara virtual meliputi fotografi, poster, lalaran nadzam Alfiyah, dan rebana,” ungkapnya.

 

Adapun jadwal rangkaian kegiatan itu adalah Lomba Fotografi Nasional ‘Capturing Peaceful Islam’ Tingkat Pelajar (16-25 /10), Lomba Poster Nasional Tingkat Pondok Pesantren

 (16-25/10), Lomba Lalaran Nadzam Alfiyah Nasional Tingkat Pesantren (16-25/10).

 

Selanjutnya, Lomba Rebana Nasional Tingkat Umum (16-25/10), Upacara Hari Santri (22/10), Talkshow Hari Santri – TVRI Jawa Tengah (23/10), Seminar Nasional ‘Optimalisasi Produktivitas Santri di Era Digital’ 

(24/10), Anugerah  Penghargaan Rekor MURI Hari Santri ‘Unggahan Video Moderasi Beragama Mahasiswa Terbanyak’ (26/10), Webinar Sumpah Pemuda (28/10),  Refleksi Kebangsaan ‘Kiprah Santri Milenial, Sigap di Era Digital’ (30 /10), dan Pembacaan Arwah Jamak dan Khataman Al-Qur’an (31/10).

 

“Rangkaian acara-acara ini merupakan kerja kolaborasi LP2M UIN Walisongo , Rumah Moderasi, mahasiswa KKN Reguler dari Rumah, mahasiswa baru angkatan 2020, dan lembaga-lembaga lainnya. Seluruh agenda hari santri ditutup dengan  kegiatan Malam Puncak Anugerah Santri Nasional, Pembagian Kejuaraan Tropi Rektor UIN Wali Songo dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.

 

Kontributor: Samsul Huda

Editor: Abdul Muiz

 


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search