skip to Main Content
Kabar Duka Kiai Mukhlas Hasyim Pengasuh Al Hikmah 2 Benda Wafat

Kabar Duka Kiai Mukhlas Hasyim Pengasuh Al Hikmah 2 Benda Wafat

Brebes, NU Online

Kembali salah satu ulama Indonesia berpulang ke rahmatullah. KH Mukhlas Hasyim, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, wafat pada Sabtu (14/11) sekitar pukul 11.45 WIB. KH Mukhlas Hasyim meninggal setelah menjalani perawatan di RS Tugu Rejo, Semarang. 

 

KH Mukhlas Hasyim yang akrab disapan Abah Mukhlas ini merupakan ulama alumni terbaik Pesantren Leler, Banyumas, Jawa Tengah. Menurut Sekretaris Alumni Pesantren Benda di Lampung Usman Afandi, Abah Mukhlas adalah sosok yang sangat menyenangkan dan membuat para santri dan siapapun yang bertemu dengan beliau merasa nyaman. 

 

Abah Mukhlas menurutnya juga orang yang senantiasa menghormati orang lain tanpa pandang bulu. Ketika bertamu misalnya, para alumni diminta untuk tidak duduk di lantai namun diajak untuk duduk di kursi. Beliau juga sangat menghargai orang lain dengan tidak melupakan kebaikan yang dilakukan kepadanya.

 

Usman mengatakan ketika saat menjadi santri, ia pernah diminta Abah Mukhlas untuk membantu mengetikkan sebuah makalah. Usman kaget karena hal kecil seperti itu ternyata masih diingat oleh Abah Mukhlas. “Ya Allah Abah.. beliau hal sekecil itu masih diingat. Padahal gak sebanding dengan kebaikan-kebaikan beliau. Dan itu juga pernah diutarakan alumni yang juga juga sowan beliau,” kata Usman, Sabtu (14/11).

 

“KH Masruri Abdul Mughni, mertua Abah Mukhlas, sangat menghormati Abah Mukhlas karena keilmuan nya. Beberapa kali di depan forum Abah Yai tanya sesuatu atau memastikan hal terutama tentang sejarah ke Abah Mukhlas tanpa malu sedikitpun,” tambah Usman.

 

Ulama yang kuat hafalan

Abah Mukhlas juga seorang yang kuat dan cepat menghafal. Menurut cucu Mbah Hisyam Leler, Banyumas, Gus Ahmad Hadidul Fahmi, Abah Mukhlas adalah juru tulis (katib) kakeknya saat menuliskan syarah kitab Waraqat. Ia menceritakan hapalan Abah Mukhlas sangat kuat. 

 

“Saat kuliah di al Azhar, sehari hari beliau tidak pernah di Mesir. Karena memang sistem perkuliahan di Mesir yang tidak memperhatikan absensi. Saat tiba masa ujian, beliau kembali ke Mesir dan mempelajari diktat-diktat kuliah dalam satu malam,” kisahnya yang ditulis di akun Facebooknya. 

 

Meskipun kuat ingatannya, Gus Ahmad masih selalu ingat pesan Abah Mukhlas kepadanya terkait dengan cara ngaji yang benar. “Dulu saat ngaji, kitab saya penuh catatan. Kalau ngaji harus dicatat. Kita akan tahu pentingnya catatan itu saat mengajar dan memasuki usia senja,” pesan Abah Mukhlas kepadanya.

 

Terkait dengan prosesi pemakaman hanya akan dihadiri oleh keluarga. Alumni, relasi, dan saudara dari luar daerah dimohon oleh pihak pesantren untuk menyelenggarakan shalat ghaib dan doa untuk Kiai Mukhlas. Shalat jenazah Abah Mukhlas diimami oleh KH Najib Afandi dan sambutan keluarga disampaikan oleh KH Achmad Shiddiq. 

 

Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Kendi Setiawan


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search