skip to Main Content
Kementan Pastikan Stok Pangan Hingga Desember 2020 Terkendali

Kementan Pastikan Stok Pangan hingga Desember 2020 Terkendali

Jakarta, NU Online

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian RI Kuntoro Boga Andri menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Diskusi Daring Hari Pangan Sedunia bertajuk Mengantisipasi Krisis Pangan di Tengah Pandemi yang diselenggarakan NU Online dan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Jumat (16/10).

 

Dalam diskusi itu, Kuntoro Andri mengungkapkan beberapa hal terkait ketersediaan pangan nasional. Menurut dia, sejak hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia, Kementerian Pertanian telah mensiasatinya melalui penguatan program emergensi untuk menjaga harga pangan.  

 

Kuntoro Andri menambahkan, program darurat yang dilakukan Kementan RI antara lain menjaga stabilitas harga pangan, membangun buffer stock pangan di daerah padat karya pertanian, meluncurkan ATM beras atau social safety net, memfasilitasi pembiayaan KUR dan asuransi pertanian serta memperluas akses pasar dengan cara mengembangkan toko tani dan usaha kemitraan. 

 

“Tak hanya program darurat, kami juga tetap menjalankan program jangka menengah misalnya padat karya lanjutan pasca Covid-19, diverifikasi pangan lokal, supporting daerah-daerah defisit, antisipasi kekeringan, menjaga semangat kerja pertanian melalui bantuan, mendorong kelancaran distribusi pangan, dan memperkuat ekspor pertanian,” kata dia.

 

Dukungan mewujudkan ketahanan pangan di tengah pandemi dilakukan Kementan RI dengan memprioritaskan program unggulan yang dinilai bisa mendorong realisasi ketahanan pangan nasional secara cepat. 

 

Kuntoro Andri optimis Indonesia dapat bertahan di tengah derasnya ancaman Pandemi Covid-19. Kata dia, stok pangan masih terhitung aman, stok Desember 2019 mencapai 5,4 juta ton. Belum lagi produksi Januari sampai Juni 2020 yang mencapai 17,06 juta ton. Jika ditambahkan antara produksi dan stok maka ada 23 juta ton. Sementara stok Juni 2020 7,87  ton. Sedangkan stok untuk Desember 2020 diperkirakan mencapai 7,1 juta ton. 

 

Diskusi diadakan untuk mengisi agenda Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober. Hari pangan ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979.

 

Narasumber lain yang juga hadir pada kesempatan itu yakni Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr Maksum Mahfoedz dan Deputi Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, Dr Myrna A Safitri. 

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Kendi Setiawan


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search