skip to Main Content
Khatamkan Al-Qur’an Setahun Minimal Dua Kali

Khatamkan Al-Qur’an Setahun Minimal Dua Kali

Grobogan, NU Online 

Pengasuh Pesantren Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus, Jawa Tengah KH Ulil Albab Arwani memberikan pesan dengan mengutip pernyataan Imam Abu Hanifah, setiap muslim setidaknya bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali dalam setahun.

 

 

“Kalau kita rinci, sehari membaca empat halaman, tidak sampai seperempat juz, karena seperempat juz itu lima halaman. Jika istiqamah setiap hari membacanya, setahun akan khatam sebanyak dua kali. Walaupun ini terlihat sedikit, tapi ini berat, apalagi sekarang ada setan yang dimasukkan ke saku,” ujarnya.

 

Hal itu disampaikan, saat mengisi mauidhah hasanah pada Haflah Khatmil Qur’an ke-22 dan Haul ke-23 K Syamsuri Dahlan di Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Ahad (11/10).

 

Ia menyitir perkataan Abu Hanifah: 

 

من قرأ القرآن في كل سنة مرتين، فقد أدى حقه

 

“Barangsiapa yang membaca al-Qur’an setiap tahun khatam dua kali, maka sungguh ia sudah menunaikan haknya al-Qur’an.” 

 

Rais PCNU Kudus ini mengingatkan, Al-Qur’an adalah surat cinta dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada umat Muhammad, sehingga semua handphone sebaiknya dipasang aplikasi Al-Qur’an supaya ketika membuka HP, membuka Al-Qur’an terlebih dahulu, lalu membacanya walaupun beberapa ayat saja.

 

 

“Al-Quran merupakan surat cinta dari Allah. Al-Qur’an itu WA-nya Allah. Kalau anda membaca Al-Qur’an, maka anda membaca WA-nya Allah. Kalau anda bangun tidur, sebisa mungkin membuka WA-nya Allah terlebih dahulu, tidak WA pacarnya. Kalau bisa HP ada Al-Qur’an-nya. Ketika buka, membaca Al-Qur’an dulu.” pesan Kiai Ulil.  

 

Pengasuh Pesantren Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus, Jawa Tengah KH Ulil Albab Arwani (Foto: Ahmad Mundzir)

 

Al-Qur’an lanjutnya, sudah dijanjikan Allah menjadi bacaan yang mudah dihafalkan tapi pada dasarnya adalah sesuatu yang sangat sulit, sehingga dalam hadits, Nabi bersabda bahwa Al-Qur’an 

 

 وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

 

Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?.” (QS al-Qamar: 17)  

 

“Ini dimudahkan karena semula Al-Qur’an itu sulit. Apabila semula sudah gampang, tidak mungkin dimudahkan lagi. Bagi yang sungguh-sungguh Insyaallah dimudahkan,” tuturnya.  

 

Kiai Ulil Albab berpesan, Al-Qur’an tidak hanya dibaca, namun diamalkan. “Sangat penting bagi ahlul Qur’an dan kewajiban kita semua adalah mengamalkan isinya Al-Qur’an, karena Al-Qur’an menyebut âmanû wa amilus shâlihât, selain beriman, juga beramal sholihah,” tandasnya. 

 

Sekretaris panitia acara Muhammad Ulin Nuha Karim kepada NU Online menjelaskan, perhelatan yang biasanya dihadiri puluhan ribu orang ini diliburkan karena pandemi. Adapun acara khataman tetap berlangsung dengan hanya diikuti oleh peserta khataman beserta dua orang wali masing-masing.

 

“Jadi kita kasih kartu khusus kepada wali dalam undangan. Yang bisa masuk, mereka yang mempunyai kartu saja. Santri yang tidak menjadi peserta juga tidak mengikuti acara. Kita berusaha mengikuti protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah dan dinas kesehatan,” Kata Ulin.

 

Kontributor: Ahmad Mundzir 

Editor: Abdul Muiz


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search