skip to Main Content
Khotbah Jumat Masjid Uninus: Sifat Nabi Muhammad SAW Sebagai Obat Anti-Bullying

Khotbah Jumat Masjid Uninus: Sifat Nabi Muhammad SAW sebagai Obat Anti-Bullying

Bandung, Uninus.ac.id
Khotib Jumat Ustadz Koko Lukman, M.Ag. meyinggung masalah perundungan (bullying) yang saat ini kerap terjadi di lingkungan masyarakat. Menurut dia, dalam salah satu jurnal, dikemukakan bahwa bullying adalah penyalahgunaan kekuasaan seseorang. Sementara seorang ahli berpendapat bahwa bullying adalah tindakan mengusik seseorang sehingga ia terasingkan di lingkungannya.

Menurut dosen pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung tersebut, tindakan bullying saat ini tak hanya terjadi di lingkungan umum, tapi di lembaga pendidikan, bahkan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren.

“Umat Islam punya tugas meluruskan, melakukan preventif, agar perundungan ini tidak dilakukan oleh kita, anak kita, anak didik kita,” katanya saat menjadi khotib jumat di Masjid Al-Ikhlas Uninus, Jalan Soekarno Hatta No 530, Kota Bandung, Jumat (23/9/2022).

Menurut dia, sebagai umat Islam, kita harus mencegah atau menghindari tindakan bullying dengan mengikuti sifa-sifat yang dicontohkan Nabi Muhammad yang 4 yaitu shidiq, tabligh, amanah, dan fathanah.

“Sifat ini bisa dijadikan solusi untuk menghindari tindakan seperti itu (bullying). Dari sifat keempat tadi kita realisasikan supaya bisa mencegah perundungan,” tambahnya.

Pertama, shidiq, artinya jujur atau benar. Dengan sifat ini, menurut dia, kita senantiasa mengajarkan kebenaran kepada anak kita, murid, kepada diri kita tentang kebenaran, yaitu nilai tauhid, ketuhanan.

Dengan menanamkan keyakinan tauhid, lanjutnya, di dalam kehidupan keseheriannya, di mana pun berada, seseorang akan selalu merasa ada yang mengawasi, yaitu Allah.

Kedua, sifat tabligh yaitu menyampaikan. Artinya sampaikan kepada anak kita, peserta didik kita, kepada mahasiswa kita, diri kita tentang dasar-dasar keislaman. Dengan mengamalkan ajaran Islam, hal itu akan menjadi perisai dalam kehidupan sehari-hari sehingga tak melakukan perundungan.

“Ketiga, amanah. Kita ketahui, Nabi dapat dipercaya. Dengan sifat amanah, sampaikan kepada anak kita, anak didik kita, mahasiswa kita, tentang sifat nabi kita ini,” pintanya.

Menurut dia, Nabi Muhammad SAW merupakan seorang pemimpin, tapi dalam kehidupannya merupakan sosok yang penuh dengan kesederhanaan. Degnan sifatnya yang sederhana itu, ia tidak memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

“Sehingga ia dijuluki dengan gelar al-amin. Jika kita mengamalkannya sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita tidak rakus, tidak menginginkan hal yang bukan hak milik kita,” katanya.

Keempat, fathanah. Sebagian ulama mengartikan sebagai hikmah. Seseorang yang mendapatkan hikmah akan meninggalkan tindakan perundungan kepada orang lain. Untuk mendapatkan sikap seperti itu, umat Islam harus berdoa, karena berdoa merupakan senjatanya orang-orang Islam.

“Jangan sampai kita meninggalkan berdoa karena itu senjatanya umat Islam,” ujarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang pasti mendapatkan ujian. Jika tidak dirinya, bisa jadi pasangannya. Jika tidak pasangannya, bisa jadi, anak-anak atau saudaranya. Karena hal itu, tak bisa dihindari, maka umat Islam dianjurkan untuk berdoa agar dalam keadaan seperti itu, bisa mendapatkan jalan keluarnya atau solusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
×Close search
Search