skip to Main Content
Kita Harus Konsentrasi Di Situ

Kita Harus Konsentrasi di Situ

Bogor, NU Online

Ekonomi Indonesia gagap dalam menghadapi pandemi ini. Kegagapan itu terlihat dengan pertumbuhannya yang berada di angka minus 5 persen, meskipun sekarang sudah naik menjadi minus 3,7 persen.


“Ekonomi kita sangat rapuh. Begitu terjadi pandemi rontok. Indonesia mengalami minus 5 persen. Sampai sekarang minus 3,7 persen,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bidang Kesejahteraan Rakyat H Abdul Muhaimin Iskandar di pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) secara virtual pada Jumat (20/11).


Menurutnya, usaha mikro kecil menjadi penopang ekonomi Indonesia. Hal ini menjadi satu sinyal agar sektor ini perlu terus dikembangkan.


“Kita semua harus konsentrasi di situ, menyiapkan ketangguhan wirausahawan menyiapkan ekonomi yang kuat,” kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.


Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa krisis ekonomi berdampak pada krisis sosial, seperti meningkatnya angka kriminalitas. Ia menyebut saat ini banyak pesepeda yang ditodong.


Gus Ami, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa yang mampu bertahan dari suasana krisis ekonomi dan sosial seperti ini adalah mereka yang berakar kultural kuat.


“Siapa yang bertahan dalam suasana krisis? Tidak lain yang memiliki akar kokoh, kepemimpinan solid. NU punya peluang untuk mengambil solusi,” katanya.


Soal adanya gerakan radikal yang masih menghantui, ia menyebut agar tidak perlu silau. Memang betul itu menjadi tantangan tersendiri. Tetapi yang pasti, ia meminta agar pelajar NU dapat fokus merumuskan rencana strategi dalam mengatasi problematika tersebut di atas.


“IPNU harus ikut merumuskan peran strategis,” pungkasnya.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search