skip to Main Content
Kota Athena Miliki Masjid Pertama Sejak Abad Ke-19

Kota Athena Miliki Masjid Pertama Sejak Abad Ke-19

Jakarta, NU Online

Ibu Kota Yunani, Athena akhirnya memiliki masjid kali pertama sejak abad ke-19 atau setelah dua abad lamanya. Masjid tersebut dibuka Senin (2/11) lalu dengan imam bernama Zaki Mohammed, warga negara Yunani yang berasal dari Maroko.


Media yang berbasis di Turki, Anadolu Agency menjelaskan bahwa peresmian masjid tersebut sekaligus melepaskan status Athena sebagai satu-satunya ibu kota di Uni Eropa yang tidak memiliki masjid.


Turki sudah sejak lama mengecam pelanggaran Yunani terhadap hak-hak minoritas Muslim atas penutupan masjid, membiarkan masjid bersejarah rusak, hingga menolak mengakui pemilihan mufti.


Dilansir Daily Sabah, masjid berkapasitas 350 orang itu dan tidak memiliki menara atau kubah. Masjid terletak di kawasan industri Eleonas, dekat kamp pengungsi.


Keputusan untuk membangun masjid di Athena pertama kali dicetuskan pada 2006 dengan anggaran US$1,04 juta atau sekitar Rp14,8 miliar. Tapi upaya itu terhenti karena terhambat birokrasi, protes dari kelompok sayap kanan, dan tuntutan hukum.


Dikutip dari BBC, sebelumnya setiap hari Jumat ratusan warga Muslim di Athena harus berdesak-desakan di ruang bawah tanah untuk shalat Jumat.


Fasilitas darurat seperti ini sebenarnya melanggar hukum, namun umat Islam di Athena tidak memiliki pilihan lain. Athena menjadi satu-satunya ibu kota negara anggota Uni Eropa yang tidak memiliki masjid kala itu.


Sejak Yunani merdeka dari Kekhalifahan Utsmani pada 1832, tidak pernah ada pemerintah yang mengizinkan pendirian masjid. Masjid dianggap “tidak sesuai dengan budaya Yunani”, negara yang lebih 90 persen warganya menganut Kristen Ortodoks.


Namun ketika Yunani juga berfungsi sebagai pintu masuk pendatang ke Uni Eropa, jumlah warga Muslim di negara ini makin besar. Pada 2012, warga Muslim di Athena mencapai 300 ribu orang. Kini warga Muslim di kota tersebut sudah mencapai sekitar setengah juta atau 500 ribu orang.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search