skip to Main Content
Kumpulkan Sejarah Ulama Jepara Dengan Cara Lomba Karya Tulis Santri

Kumpulkan Sejarah Ulama Jepara dengan Cara Lomba Karya Tulis Santri

Jepara, NU Online  

Ada banyak cara untuk menulis jejak perjalanan tokoh ulama dan kiai di berbagai daerah yang memiliki jasa yang sangat luar biasa, baik untuk tingkat lokal, regoinal, maupun nasional.

 

Untuk mengungkap kembali perjananan yang ulama panutan umat, Fathan Subchi Institute for Humanity (FaSIH) Foundation menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Santri (LKTIS) diikuti 52 peserta se-Kabupaten Jepara. 

 

Setelah melalui tahap penjurian pada Senin (2/11) sore berlangsung di Djago Café Jepara diadakan Pengumuman Pemenang dan Penyerahan Hadiah kepada peserta. 

 

Kepala Kesbangpol Kabupaten Jepara, Dwi Riyanto mewakil Bupati Jepara yang berhalangan hadir menyatakan LKTIS merupakan upaya untuk membangun budaya literasi di kalangan santri. 

 

“Menulis dan membaca merupakan upaya untuk membangun budaya literasi. Literasi adalah kunci utama. Sebagai santri sudah seharusnya menyampaikan berita yang benar dan berkualitas,” kata Dwi. 

 

Ditambahkan, LKTIS tujuannya membawa kemanfaatan untuk umat. “Dengan mengkaji, peka terhadap situasi masyarakat akan menumbuhkan ilmu pengetahuan, serta gagasan yang diterima oleh masyarakat,” tambahnya. 

 

Dengan LKTIS pihaknya berharap santri semakin berprestasi, intelek, dan terampil menulis. “Bagi yang juara kami ucapkan selamat bagi yang belum juara jangan berkecil hati. Ke depan masih banyak kesempatan untuk menjadi pemenang,” paparnya. 

 

Anggota DPR RI FPKB, H Fathan Subchi mengapresiasi kegiatan tersebut. Melalui lomba karya ilmiah akan muncul banyak historigrafi NU semisal Kiai Penyelamat Jasad Bung Tomo baginya interesting (menarik). Muharrik, penggerak Islam rahmatan lil alamin lanjutnya mesti ditebarkan dengan masif agar memberikan suri tauladan bagi masyarakat luas. 

 

Selain mengapresiasi politisi asal Kabupaten Demak itu memotivasi agar FaSIH Foundation tampil beda dengan yang lain. “Semangat terus untuk menggelorakan program yang membumi utamanya untuk milenial, generasi yang erat dengan gawai dan gadget,” harapnya. 

 

Berkenaan dengan lomba ke depan pihaknya berharap sosialisasi semakin masif sehingga peserta semakin bertambah. “Semoga dengan lomba ini muallif (pengarang, red.) muda NU bagus kosakatanya, berkualitas seni menulisnya,” urai Fathan. 

 

Ketua FaSIH Foundation, Zakariya Anshori kepada NU Online, Kamis (12/11) menambahkan, dengan mengikuti lomba pihaknya mengharapkan tidak untuk menjadi juara. “Lomba bukan untuk mencari juara tetapi mencari ibrah (teladan) kiai-kiai kita,” tambahnya. 

 

Sesuai dengan tagline acara ‘Penulisan Biografi 22 Kiai Jepara’ rencananya 2 minggu ke depan peserta akan diundang kembali untuk pendampingan karya. “Endingnya 22 biografi kiai akan kami luncurkan pada 31 Januari 2021 bersamaan dengan harlah NU,” imbuhnya. 


Penasihat FaSIH Foundation, Gus Sholahuddin Muhsin Ali menyampaikan, FaSIH sebagai tangan panjang dewan selain melakukan kerja-kerja politik juga harapannya merembes ke kalangan milenial dengan kegiatan-kegiatan positif. 

 

“Karena tingkat literasi kita masih berada di bawah negara di Asia Tenggara kegiatan ini kami selenggarakan lomba ini dengan segmen pelajar dan santri. Alhamdulillah peserta di luar ekpektasi, Insyaallah kami akan konsisten mendampingi peserta. Semoga literasi santri ke depan semakin berkualitas,” sambung Gus Sholah. 

 

Adapun pemenang lomba kategori umum, juara I Muhammad Miftahul Umam ‘Sang Mutiara yang Tersembunyi, Sekilas Kisah KH Mustofa Abdul Hamid Guyangan’, juara II Muhammad Fajar Setiawan ‘Mbah Mudhoffar, Kiai Penyelamat Jasad Bung Tomo’, dan juara III Ahla Shofiyah ‘Biografi Mbah Nur Ahmad SS’. 

 

“Untuk juara tingkat MA sederajat juara I Lukman Abdullah ‘Biografi KH Abdul Hadi (Perjuangan KH Dalam Merintis Pendidikan Islam di Desa Tengguli Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara’, juara II Andi Setiawan ‘Peran Mbah Hudun Terhadap Pemberdayaan Pendidikan Islam Berbasis Pondok Pesantren Salaf Modern’, dan juara III Risqi Nur Afifah ‘Biografi KH Abdul Hadi, Bentuk dan Metode Dakwah KH Abdul Hadi di Desa Tengguli Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara,” jelasnya.

 

Untuk juara tingkat SLTP lanjutnya, juara I Meisya Rizqina Sya’roni ‘Biografi KH Muhammad Cholil, Sang Kiai Kharismatik (1946-2008)’, juara II Afrida Nur Hidayah ‘Mbah Hanafi, Pelopor Kebangkitan Pemuda’, dan juara III Uswatun Hasanah ‘Napak Tilas Sang Kiai Sufi – Progesif KH Abdul Rosyid Saripan Jepara’. 

 

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Editor: Abdul Muiz

 


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search