skip to Main Content
Lele Disukai Dan Kaya Gizi

Lele Disukai dan Kaya Gizi

Kudus, NU Online

Ikan lele banyak disukai konsumen, terlebih anak-anak. Karena durinya lebih mudah dipisah. Selain itu, ikan lele juga kaya gizi. Budidaya ikan lele dinilai lebih mudah dan tidak rentan terhadap penyakit.


Hal tersebut dikatakan Ketua koordinator Pelatihan Keterampilan Pembibitan, Budidaya, dan Pengolahan Perikanan PC Fatayat NU Kudus, Nafis Sholihah, saat menggelar pelatihan budidaya ikan lele di Gedung NU Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/11).


“Selain itu, lele banyak disukai konsumen, terlebih anak-anak. Karena durinya lebih mudah dipisah. Ikan lele juga kaya gizi,” ungkap Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Mejobo, Kudus itu.


Menurut dia, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Kudus, Wahyudi, yang turut hadir dalam acara itu menyambut baik dan antusias. Ia juga mendukung penuh kegiatan pelatihan keterampilan budidaya ikan lele ini.


“Sebab, biasanya pelatihan budidaya ikan selama ini pesertanya adalah bapak-bapak. Ternyata Fatayat NU yang mayoritas ibu-ibu muda begitu kompak serta semangat yang luar biasa,” jelasnya.


Nafis mengatakan, Wahyudi berharap pelatihan tersebut dapat berkembang untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga yang dapat berkelanjutan dan berkembang lebih maju.


Masih kata Nafis, pendamping program dari Kementerian Ketenagakerjaan, Mukafi, berharap kerja sama tersebut dapat berhasil dan berkelanjutan. Selain itu, juga membawa manfaat untuk semua lapisan masyarakat terutama kaum perempuan.


“Ada sekitar 20 peserta yang semangat dan antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka praktek budidaya ikan lele dalam ember agar lebih efektif dan efisien. Bagian atas ember ditanami sayur-sayuran seperti kangkung atau lainnya agar lebih lengkap,” terangnya.


Selain itu, peserta juga diberikan pembelajaran untuk pengolahan ikan lele, seperti yang sedang tren di Kudus yaitu sate lele.


Nafis berharap, kegiatan budidaya tersebut memberi manfaat untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga serta suplai gizi dari ikan. Ditambah tanaman sayur-sayuran seperti kangkung, sawi, tomat yang bisa dikembangkan sebagai paket pelengkap nantinya.


“Apalagi saat situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, kita harus tetap menjaga kesehatan, kebersihan serta kecukupan gizi makanan yang seimbang,” pungkasnya.


Kontributor: Afina Izzati

Editor: Musthofa Asrori


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search