skip to Main Content
Makna Hari Pahlawan Di Mata Nakes, Berjuang Sembuhkan Pasien Covid-19

Makna Hari Pahlawan di Mata Nakes, Berjuang Sembuhkan Pasien Covid-19

Jakarta, NU Online

Setiap tanggal 10 November diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai Hari Pahlawan. Dasar keputusan mengabadikan aksi heroik bangsa Indonesia ini dituangkan pemerintah dalam Keputusan Presiden no 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.

 

Hari Pahlawan diperingati untuk mengingat perlawanan rakyat Surabaya melawan para penjajah tahun 1945. Mereka menjadi simbol perlawanan seluruh bangsa Indonesia terhadap upaya penjajahan kembali oleh bangsa lain. 

 

Para pahlawan jelas memiliki jasa besar dalam mempertahankan Republik ini, kebaikan dan kiprahnya tidak akan pernah terbayar oleh bangsa ini. Para pahlawan yang telah berjuang mati-matian mempertahankan Kemerdekaan Indonesia merupakan manusia biasa yang sepatutnya dapat diteladani oleh kita sebagai generasi mereka. 

 

Menjadi pahlawan seperti mereka yang telah mengorbankan segalanya untuk bangsa ini mungkin tidak bisa lagi dilakukan. Tetapi, bukan berarti tidak dapat mensifati karakter para pahlawan. Kita bisa bersikap layaknya para pahlawan dengan cara kita masing-masing. 

 

Di tengah pandemi Covid-19 ini, tenaga kesehatan menjadi kelompok yang disorot oleh masyarakat. Perannya yang cukup besar untuk kesembuhan pasien Covid-19 menjadi sesuatu yang diharapkan. 

 

Ketua Satgas NU Peduli Covid-19, dr Muhammad Makky Zamzami mengatakan, bagi tenaga medis yang saat ini masih bekerja di rumah sakit, menjadi seorang pahlawan saat pandemi Covid-19 ini memang cukup berat. Namun, yang dia pahami, saat ini tenaga medis terus mencoba mensifati pahlawan melalui perannya. 

 

Kata dia, dalam benak tenaga medis seperti dirinya dan teman-temannya yang lain, memaknai hari pahlawan saat ini adalah berjuang, menolong dan membantu pasien agar sembuh dari Covid-19. 

 

“Membuat satu hal yang baik, itu pun bisa disebut mensifati Hari Pahlawan saat ini,” kata dr Makky kepada NU Online, Selasa (10/11). 


Dia menambahkan, saat ini sudah banyak tenaga medis yang gugur akibat Covid-19. Hal itu saja menunjukan bahwa kerja penuh risiko tetap dilaksanakan oleh tenaga medis demi ratusan ribu pasien yang saat ini terpapar Covid-19. 

 

Intinya, memaknai Hari Pahlawan saat ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, tidak hanya oleh tenaga medis oleh siaapa pun sangatlah bisa dijalani. Misalnya saja mensosialisasikan protokol kesehatan kepada teman dan keluarga sehingga mereka tidak tertular Covid-19. 

 

Itu merupakan perbuatan mulia yang bisa disifati dari sikap para pahlawan nasional. Jika dulu mereka mati-matian melawan penjajah, saat ini bangsa Indonesia utamanya tenaga medis, memaksimalkan strategi agar mampu mengendalikan Covid-19. 

 

“Jadi sederhana, memaknai hari pahlawan bisa kita terapkan dengan membantu sesama, mengorbankan kepentingan pribadi untuk kepentingan umum,” tuturnya.

 

Tenaga medis, lanjutnya, berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. Sebagai manusia yang memiliki keluarga, tentu kegiatan ini dirasa berat untuk dijalani. Namun, karena kemanusiaan menjadi hal yang diutamakan maka semua risiko siap mereka hadapi. 

 

Tenaga medis menyadari, jika bukan mereka yang membantu pasien Covid-19 mungkin tidak akan pernah ada orang-orang yang mau membantu membantu para pasien sembuh dari Covid-19. Atas prinsip itu bahkan beberapa tenaga medis benar-benar mengeluarkan segala daya dan upayanya agar virus mematikan ini dapat melandai dalam tubuh setiap pasien. 

 

“Itulah cara tenaga medis memaknai Hari Pahlawan. Mereka mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi,” tutupnya.

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Kendi Setiawan


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search