skip to Main Content
Menjemput Kesuksesan

Menjemput Kesuksesan

Hamzah adalah seorang santri yang sangat taat kepada kiainya. Apapun pesan penting dan kata-kata bijak yang dikatakan oleh kiainya ia tulis dan berusaha ia amalkan. Ia yakin bahwa semua itu akan membawa keberkahan dan kesuksesannya di masa yang akan datang.


Suatu hari, saat ngaji kitab ta’limul muta’alim di serambi masjid pesantren, kiainya menjelaskan pentingnya santri untuk terus menimba ilmu, membentuk karakter, dan mencari bekal untuk kesuksesan hidup di masyarakat.


“Kehidupan dan kesuksesanmu dibentuk oleh mimpi-mimpimu. Teruslah optimis untuk menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain,” pesan sang kiai yang dicatat Hamzah di pojok atas kitabnya.


Semenjak itu, bukannya Hamzah semangat dalam mengaji dan beraktivitas di pesantren, ia malah sering terlihat tidur.

 

Habis ngaji subuh tidur, habis ngaji dzuhur tidur, bahkan saat ngaji setelah shalat isya ia sering terlihat tidur sambil duduk.


Slamet, teman sekamar Hamzah pun jadi heran dengan perubahan perilaku Hamzah. Suatu pagi setelah ngaji shubuh, saat Hamzah terlihat siap-siap mau tidur, Slamet bertanya pada Hamzah.


“Kok kamu sekarang kerjaannya tidur saja toh, Zah?” tanya Slamet sambil membawa handuk untuk mandi pagi. “Mbok beraktivitas dengan semangat untuk meraih kesuksesan hidup,” tambah Slamet.


“Met, kamu harus ingat pesan pak kiai, bahwa kehidupan dan kesuksesan dibentuk oleh mimpi-mimpi. Jadi untuk bisa bermimpi kita harus tidur,” jawab Hamzah sambil menarik sarung menjemput mimpi. (Muhammad Faizin)


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search