skip to Main Content
Palestina Siap Berunding Kembali Dengan Israel Asalkan…

Palestina Siap Berunding Kembali dengan Israel Asalkan…

Jakarta, NU Online

Upaya memperoleh kedaulatan penuh dari tangan Israel, Palestina siap untuk kembali melakukan perundingan dengan Israel.

 

Dikutip Middle East Monitor, Palestina bersedia berunding kembali dengan Israel asal dilakukan sejalan dengan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.


“Palestina siap kembali berunding dengan Israel, dengan berlandaskan pengakuan internasional, atau dari tahap terakhir, atau berdasarkan janji Israel untuk meneken seluruh kesepakatan,” kata juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudainah, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat lalu.


Pernyataan Rudainah disampaikan menanggapi Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, yang mengajak Palestina untuk kembali ke meja perundingan.

 

 

Gantz melontarkan pernyataan itu saat rapat bersama parlemen Israel (Knesset), terkait ratifikasi perjanjian normalisasi hubungan dengan Bahrain, yang bernama Perjanjian Abraham.


“Perjanjian Abraham dapat diperluas ke negara-negara lain di kawasan ini, tetapi yang sama pentingnya adalah ke tetangga dekat kita, Palestina,” kata Gantz.


“Yang sangat disayangkan, pemimpin Palestina tidak memahami bahwa ini adalah saatnya untuk mengesampingkan seluruh alasan, dan kembali ke meja perundingan untuk bekerja sama mencari jalan keluar,” lanjut Gantz.


Israel sepakat melakukan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Sejumlah negara anggota Liga Arab juga dilaporkan tertarik melakukan normalisasi hubungan.

 


Sebab, Amerika Serikat yang menjadi sekutu Israel memberi iming-iming bantuan jika negara-negara itu mau mengakui kedaulatan Israel. Yakni mulai dari penanaman modal sampai proyek alat utama sistem persenjataan.


Di sisi lain, kesepakatan itu membuat posisi Palestina dinilai semakin tertekan. Sebab, negara-negara Arab yang tadinya mendukung mereka kini memilih berdamai dengan Israel.


Palestina sangat menentang perjanjian tersebut dan melihatnya sebagai bentuk pengkhianatan atas keinginan negara-negara Arab yang menginginkan kemerdekaan Palestina.


Selain itu, Palestina pun bersumpah bahwa kesepakatan tersebut dan kesepakatan lain yang mungkin menyusul tidak akan merusak tujuan mereka untuk merdeka.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search