skip to Main Content
Perkembangan Teknologi, Menag Dorong Siswa Ma’arif NU Satukan Nilai Agama Yang Ramah

Perkembangan Teknologi, Menag Dorong Siswa Ma’arif NU Satukan Nilai Agama yang Ramah

Jakarta, NU Online

Pada zaman sekarang, perkembangan teknologi dan informasi dalam kehidupan nyata merupakan sebuah kepastian atau keniscayaan. Fenomena tersebut harus ditangkap oleh generasi muda untuk meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan dan keterampilan.


Mengenai hal tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendorong peserta didik di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Kemampuan tersebut diarahkan untuk mencapai tiga ranah kompetensi yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik).


Namun demikian, menurut dia, melalui perkembangan teknologi peserta didik juga harus menyatukan nilai-nilai agama yang ramah sebagai bekal hidup berdampingan dengan masyarakat majemuk di Indonesia.


“Pengembangan ilmu pengetahuan seharusnya bersifat menyatu dengan nilai-nilai keagamaan, seperti nilai keadilan, menghormati orang lain, tasamuh, dan silaturrahim, dihayati sungguh-sungguh dan kemudian dipraktikkan,” ujar Menag Yaqut dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional LP Ma’arif NU secara virtual, Rabu (10/2).


Menurut Menag Yaqut, syarat utama menciptakan lembaga pendidikan yang berdaya saing terletak pada pembenahan tata kelola, perbaikan manajemen, dan aspek kepemimpinan.


“Lembaga Pendidikan Ma’arif NU memiliki potensi besar menjadi lembaga pendidikan yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sekaligus,” jelas dia.


Sementara itu, Ketua LP Ma’arif PBNU KH Zainul Arifin Junaidi dalam laporannya mengatakan ada beberapa kegiatan dari LP Ma’arif NU yang belum dilaksanakan karena terkendala Pandemi Covid 19.


Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan masukan terkait konsep peta jalan pendidikan kepada Kemendikbud. Menurutnya, peta jalan pendidikan sangat penting sebagai upaya menata pendidikan hari ini dan masa yang akan datang dengan menggunakan tren global dan masa depan. 


“Dengan adanya peta jalan tersebut, pendidikan di Indonesia dapat dikawal secara konsisten meskipun terjadi pergantian pengambil kebijakan, peta jalan menjadi pengikat para pengambil kebijakan di bidang pendidikan,” tutur Arifin Junaidi.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muhammad Faizin


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search