skip to Main Content
Perkuat Diplomasi Santri, PCINU Dukung Relasi Indonesia-Tiongkok

Perkuat Diplomasi Santri, PCINU Dukung Relasi Indonesia-Tiongkok

Beijing, NU Online

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok telah menggelar webinar bertajuk Diplomasi Santri: Menebar Ukhuwah Lintas Bangsa Indonesia-China. Webinar ini diadakan dalam rangkaian Hari Santri 2020.

 

Sekjen PBNU yang turut mengisi webinar ini mengatakan bahwa masuknya Islam di Indonesia dan masuknya Islam di China memiliki kesamaan dalam prototype dakwah, yaitu tidak membentur-benturkan agama dengan budaya.

 

“Sehingga Islam di kedua negara memiliki spirit wathaniyah (semangat kebangsaan) yang menjadikannya mampu melebur di tengah masyarakat,” kata Sekjen Helmy, Ahad (14/11).

 

Pembicara lainnya Menteri BUMN 2011-2014 Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa para pelajar Indonesia di Tiongkok yang memiliki latar belakang pondok pesantren (santri) harus meneladani sikap Walisongo dalam beragama di Tiongkok. Menurutnya, dengan meneladani Walisongo, para santri menjadi fleksibel dan dapat diterima oleh semua kalangan.

 

Lebih lanjut Dahlan menyampaikan para santri di Tiongkok hendaknya bersikap ringan kaki, suka membantu, suka tersenyum, dan tidak melakukan perbuatan tercela. Tujuannya agar imej Islam di Tiongkok menjadi baik, begitu pula dengan imej Indonesia di Tiongkok.

 

“Dengan demikian, hubungan kedua negara tidak hanya kuat di atas, namun juga kuat di level bawah (people-to-people contact),” kata Dahlan.

 

Dahlan Iskan juga menambahkan, praktik Islam di Tiongkok tidak ubahnya dengan praktik Islam di Indonesia, karena sama-sama memiliki dan mengamalkan ajaran ahlusunnah. “Meskipun Islam di China mayoritas penganut islam mazhab Hanafi dan Islam di Indonesia bermazhab Syafií, namun Islam di kedua negara memiliki kesamaan dalam mengamalkan ajaran ahli Sunnah,” kata dia.

 

Dalam acara ini, PCINU Tiongkok juga meluncurkan program baru yang bernama Nihao Talks (你好谈话). Program ini merupakan serial webinar dan podcast bulanan yang akan mengundang tokoh-tokoh yang relevan di bidang diplomasi, sosial budaya, ekonomi dan teknologi di Indonesia dan Tiongkok.

 

Program ini juga membuka kerja sama dengan banyak pihak seperti media partner dan lainnya yang relevan. Diharapkan program ini nantinya bisa semakin membuka ruang informasi publik bagi kedua negara. 

 

Webinar diikuti oleh 252 peserta secara virtual melalui aplikasi Zoom. Agenda ini dipandu oleh Novi Basuki yang merupakan kandidat doktor Jurusan Hubungan Internasional, Sun Yat Sen University Guangzhou dan penulis buku laris Ada Apa dengan China.

 

Kontributor: Hilyatu Millati Rusdiyah

Editor: Kendi Setiawan


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search