skip to Main Content
Pesantren Mahasiswa Uninus Tutup Pengajian Pasaran Ramadan Di Hari Buku Internasional Dengan Ijazah 2 Kitab

Pesantren Mahasiswa Uninus Tutup Pengajian Pasaran Ramadan di Hari Buku Internasional dengan Ijazah 2 Kitab

Bandung, Uninus.ac.id
Pesantren Mahasiswa Universitas Islam Nusantara menyelenggarakan program Pondok Ramadhan atau pasara yang dimulai sejak 1 Ramadan atau bertepatan dengan Minggu, 3 April 2022 dan berakhir pada 23 April yang bertepatan dengan Hari Buku Internasional.

Penutupan pengajian dilakukan dengan prosesi pemberiaan ijazah kitab-kitab yang dikaji oleh para pengampunya yaitu kitab Arba’iin an-Nawawiyah oleh Ustadz Alex Kusumardani Lc dan Adab al ‘Aalim wa al Muta’allim oleh Ustadz Royani.S.Hum., M.Pd.

Ustadz Alex Kusumardani Lc. mengajarkan kitab tersebut berdasarkan sanad yang diterima dari para gurunya yang terhubung hingga pengarang yaitu Imam Nawawi. Berikut ini adalah silsilah sanad Ustadz Alex kepada Imam Nawawi.

Ustadz Alex Kusumardani Lc mendapatkan ijazah kitab Arba’iin an-Nawawiyah dari Syekh Ala Muhammad Musthofa Na’mah, dari Syekh Muhammad Ibrahim Abdul Baits Al-Katani, dari Syekh Yasin Muhammad Isa Al-Fadani, dari Syekh Abdu Qadie bin Taufiq Syalaby At-tharbilisy, tsummal Madani, dari Syekh Abdullah bin Darwisy As-Sukari, dari Syekh Abdurrahman Alkuzbary ashagir, dari Syekh Musthofa Ar-rahmaty, dari Syekh Abdul Ghani an-Nabulisy, dari Syekh Najmul Ghazi, dari Syekh Jalaluddin As-suyuthi, dari Syekh Alamudin al-Bulqiny, dari Syekh Burhan Ibrahim at-Tanukhi, dari Alaudin ibn Athar, dari al-Imam An-Nawawi (pengarang).

Sementara Ustadz Royani.S.Hum., M.Pd. mendapatkan ijazah kitab Adab al ‘Aalim wa al Muta’allim dari gurunya yaitu salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Sunanul Huda Kabupaten Sukabumi KH Ansori Fudloli saat menimba ilmu di Pesantren Tebuireng Jombang (Jawa Timur). Ia mendapatkan ijazah kitab tersebut dari KH Ishom Hadzik yang merupakan cucu dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

Dengan demikian, para santri Pesantren Mahasiswa Uninus menjadi bagian dari sanad keilmuan yang terhubung kepada 2 pengarang tersebut. Karena 2 pengarang tersebut memiliki guru yang terhubung kepada Rasulullah, maka santri-santri Pesantren Mahasiswa Uninus memiliki jaringan keilmuan yang terhubung pula kepada Rasulullah.

“Jejaring keilmuan santri Pesantren Mahasiswa Uninus berarti berjejaring secara internasional. Ini adalah momentum yang tepat ijazah 2 kitab yang dikaji pada Hari Buku Internasional,” ungkap Ustadz Salmun, salah seorang pengajar di pesantren tersebut.

Bagi santri, lanjut ustadz yang akrab disapa Ang Salmun ini, membaca buku-buku yang bersifat internasional itu hal yang lumrah. Ketika santri mengaji kitab Bidayah al Hidayah karya Hujjah al Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i, maka dia sedang membaca cara berpikir orang Iran. Ketika santri mengaji Al-Fiyah Ibnu Malik, maka dia sedang berinteraksi dengan cara berpikir ulama Andalusia, Spanyol.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
×Close search
Search