skip to Main Content
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Uninus Gandeng 5 Perguruan Tinggi Dalam Implementasi MBKM

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Uninus Gandeng 5 Perguruan Tinggi dalam Implementasi MBKM

Bandung, Uninus.ac.id
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Nusantara (Uninus) menggandeng 5 perguruan tinggi untuk bekerja sama dalam pengimplementasian kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Uninus Dr. Wahyu Satya Gumelar, M.M.Pd. mengatakan pertemuan dengan 5 perguruan tinggi tersebut berlangsung 24 November lalu di Aula Multimedia Rektorat Uninus. Pada pertemuan tersebut hadir perwakilan dar Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan Cimahi, Universitas Mandiri Subang, dan Universitas Bale Bandung.

“Kita berinisitif mengundang mereka untuk bersilaturahmi dan berdiskusi tentang implementasi MBKM,” katanya di ruangan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Uninus, Jalan Soekarno-Hatta No 530, Kota Bandung, Kamis (2/12/2021).

Sementara Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Uninus Riki Ruswandi M.Hum. menjelaskan inisiatif pertemuan tersebut berawal dari adanya perubahan kurikulum dari KKNI ke MBKM.

“Ini perlu proses penyesuaian,” katanya.

Karena, menurutnya, dalam MBKM meniscayakan 8 hal yang harus dilaksanakan, yaitu pertukaran mahasiswa, magang praktik kerja, asistensi mengajar, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan kewirausahaan, studi independen, dan membangun desa.

“Tidak mungkin dari 8 kegiatan ini bisa dilaksanakan secara otomatis, kita akan menyesuaikan dengan prodi-prodi sejenis di kampus lain,” tambahnya.

Nah, lanjutnya, oleh karena itu, Prodi PBI Uninus mengudang pimpinan program studi sejenis sewilayah untuk menyamakan persepsi dan berdiskusi supaya bisa mengimplementasikan dari kurikulum MBKM ini.

“Sebetulnya pertemuan tersebut sebagai penjajakan awal sebagai, berdiskusi, silaturahim; pertemuan sebagai awal dari membangun kerja sama karena ini baru bersifat internal prodi to prodi bukan universitas to universitas,” tambahnya.

Para peserta pertemuan itu, menyusun draf yang untuk bisa diajukan di kampus masing-masing agar bisa di-follow-up menjadi kerja sama antaruniversitas.

“Jadi ini baru penjajakan kerja sama,” pungkasnya. (AA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search