skip to Main Content
Ratih Zil’izati Fadhly, Alumnus Uninus Peraih Medali Emas Cabor Panahan Pada PON XX Papua

Ratih Zil’izati Fadhly, Alumnus Uninus Peraih Medali Emas Cabor Panahan pada PON XX Papua

Alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Nusantara (Uninus), Ratih Zil’izati Fadhly SPd., mempersembahkan medali emas untuk kontingen Jawa Barat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Perempuan berjilbab ini mempersembahkan satu-satunya medali emas untuk Jawa Barat pada cabang olahraga (cabor) panahan kategori individual compound putri yang berlangsung di venue Panahan Kingmi Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Senin, 4 Oktober 2021 lalu.

Ratih juga turut andil pada panahan beregu coumpound putri Jabar dengam meraih medali perak dan pada mix team compound Jabar dengan medali perunggu. Secara keseluruhan, kontingen Jabar pada cabor panahan mendapatkan 1 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu.

Baca: 7 Atlet darI Uninus Bandung Berlaga di 3 Cabor pada PON XX Papua
Baca: Uninus Bandung Bangga atas Prestasi 7 Mahasiswa yang Berlaga pada PON XX di Papua

Atlet kelahiran Sumedang ini menyebutkan, PON XX merupakan keikutsertaan kedua kalinya. Sebelumnya, ia ikut serta pada PON XIX di Bandung pada 2016. Waktu itu ia hanya berhasil mempersembahkan medali perak untuk Jawa Barat pada panahan beregu compound putri.

Selain itu, Ratih juga menjadi langganan sebagai atlet panahan yang mengikuti beragam kejuaraan nasional (kejurnas) Pekan Olahrahga Daerah (Porda) ASEAN University Games, Universiade dan lain-lain.

Perempuan kelahiran 1997 ini pada mulanya berkarier pada cabang olahraga bola voli putri sejak usia remaja hingga usia 15 tahun atau waktu dirinya menempuh pendidikan pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 3. Saat mulai masuk Sekolah Menengah Atas (SMA), dirinya mulai menekuni olahraga panahan.

Diarahin sama orang tua asalnya,” katanya ketika ditanya awal memasuki cabor panahan, saat dihubungi melalui WhatsAap awal pekan lalu.

Ratih lahir dan dibesarkan oleh ayah dan ibu yang merupakan atlet, tapi bukan cabor panahan. Sang ayah mengarahkannya pada panahan karena dirinya memiliki pertimbangan bahwa cabor tersebut sangat terukur.

“Jadi, tidak ada alasan untuk dikelabui dalam segala hal,” katanya sembari menambahkan, sementara ibunya memaksa Ratih agar berlatih panahan secara serius.

Ratih mengaku, pada mulanya ia tidak menyukai panahan. Ia membutuhkan waktu setahun untuk menikmati olahraga itu sembari tetap menjalani proses latihan bersama klub panahan di Sumedang.

“Ada saat dimana saya sadar bahwa saya memang harus serius di panahan. Dari dukungan penuh orang tua dan lain lain,” jelasnya.

Lalu, pada 2013 ada Babak Kualifikasi sekaligus seleksi tim Pelatda PON XIX di Jabar. Saat itu, ia langsung lolos dan masuk tim Pelatda hingga sekarang.

Menurut dia, kunci menjadi atlet panahan apa sabar, telaten, yakin, fokus, dan tidak gampang menyerah dan kemudian yang yang pasti harus memiliki konsentrasi yang tinggi.

Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi mahasiswa dan mahasiswinya dan juga alumnus dalam bidang olahraga, yang kini jadi atlet profesional yang mengikuti PON XX Papua.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Uninus Dr. Achmad Mudrikah, M. Pd mengatakan bahwa Rektorat dan seluruh civitas akademika Uninus merasa bangga atas mahasiswa dan mahasiswi Uninus yang menjadi atlet pada PON XX di Papua.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Uninus. Menjadi atlet dan berlaga di PON saja sudah prestasi, apalagi bisa mempersembahkan medali buat kontingennya. Saya mewakili civitas akademikia Uninus mendoakan semoga para atlet dari Uninus dapat meraih prestasi yang terbaik,” ungkapnya di ruangannya, Gedung Rektorat Uninus, Jalan Soekarno Hatta No 530, Kota Bandung, Jumat (8/10/2021).

Memang, kata Warek yang akrab disapa Abah ini, mereka tidak mendapatkan pembinaan sebagai atlet di Uninus, tapi pihaknya membuka ruang untuk mereka dalam menjalankan studi yang di suatu saat nanti mereka butuhkan.

PON XX Papua dibuka Presiden Joko Widodo di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu malam, 2 Oktober 2021. Kegiatan tersebut direncanakan akan berlangsung hingga 15 Oktober 2021.

Pada PON kali ini, klasemen sementara perolehan medali PON XX Papua 2021 hingga Minggu (10/10/2021), pukul 19.00 WIB, kontingen Jawa Barat di posisi teratas dengan koleksi 222 medali, yang terdiri dari 83 emas, 66 perak, dan 73 perunggu. (AA)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
×Close search
Search