skip to Main Content
Ruqyah Aswaja, Pengobatan Alternatif Yang Semakin Diminati Masyarakat Sidoarjo

Ruqyah Aswaja, Pengobatan Alternatif yang Semakin Diminati Masyarakat Sidoarjo

Sidoarjo, NU Online 

Pengurus Cabang (PC) Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur atau lebih dikenal dengan JRA Tim Delta saat ini semakin diminati banyak warga masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan membludaknya warga masyarakat Sidoarjo yang ingin mengikuti ruqyah massal gratis di serambi masjid Baitul Hamid, Desa Plumbungan, Ahad (8/11) pagi. 

 

Acara yang digelar oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Plumbungan ini menghadirkan langsung praktisi JRA Tim Delta.

 

Ketua JRA Tim Delta, Ustaz Choirul Anwar saat ditemui NU Online menyampaikan bahwa ruqyah massal adalah kegiatan perdana di masa pandemi Covid-19. Oleh karenanya, pihaknya membatasi peserta hanya untuk warga desa setempat, demi mematuhi protokol kesehatan.

 

“Tetapi khusus Baksos seperti layanan bekam, gurah, dan totok sudah mulai aktif beberapa waktu lalu dengan mengikuti kegiatan Lailatul Ijtima di beberapa MWCNU, saat ini praktisi kami sejumlah 125 orang,” katanya.

 

Dirinya juga ingin pada akhirnya masyarakat di Sidoarjo bisa meruqyah mandiri. Karenanya di berbagai kesempatan pengurus JRA Sidoarjo seringkali mengajari jamaah atau pasien terkait cara meruqyah. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses kesembuhan pasien.

 

“Dalam kesempatan ini, kita juga memberikan sosialisasi agar masyarakat juga bisa meruqyah dirinya sendiri maupun keluarganya. Harapan kami semoga masyarakat lebih mengutamakan berobat pada Al-Qur’an,” tuturnya.

 

Lebih jauh, dirinya menyampaikan misi JRA, di antaranya mendakwahkan Al-Qur’an sebagai syifa atau obat yang bisa menyembuhkan segala penyakit, baik medis maupun non-medis. Penyakit medis seperti asam lambung, maag, imsomnia (susah tidur), stroke, vertigo, asam urat, darah tinggi, reumatik, dan lainnya. 

 

“Sedangkan penyakit non-medis, seperti sering emosi, pundak terasa berat, sering lupa rakaat shalat, anak susah dinasehati, kenakalan remaja, sering kesurupan, sakit menahun, kecanduan (narkoba, rokok, minuman keras, gadget), serta masih banyak lagi lainnya,” jelasnya.

 

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara, Ari Wahidi menerangkan tujuan diadakannya ruqyah massal adalah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh pengurus Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Plumbungan dan Badan Otonom (Banom) NU setempat.

 

“Hampir seluruh anggota ranting Muslimat NU, Fatayat NU, serta IPNU-IPPNU turut hadir memeriahkan acara yang dilaksanakan pagi ini, sekaligus menjadi peserta ruqyah. Total sekitar 130 orang peserta yang mengikuti ruqyah masal,” terangnya.

 

Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor (RA) Plumbungan tersebut berharap kegiatan ruqyah massal bisa diagendakan istikamah.

 

“Kami berharap event seperti ini bisa diagendakan secara rutin minimal setahun sekali, guna lebih memahamkan warga NU ranting Plumbungan tentang metode ruqyah, yang selama ini lebih kita kenal dengan istilah suwuk,” tandasnya.

 

Rozi, salah seorang warga Dusun Plumbungan, Desa Plumbungan, mengaku badannya terasa lebih sehat usai mengikuti ruqyah masal.

 

“Alhamdulillah, badan saya terasa lebih sehat. Saya tadi juga sempat ikut gurah, sekarang pernafasan saya terasa lega,” ujarnya. 

 

Kontributor: Yuli Riyanto

Editor: Syamsul Arifin


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search