skip to Main Content
Saat Abu Nawas Bersyukur Sekaligus Menyesal

Saat Abu Nawas Bersyukur Sekaligus Menyesal

Pada suatu hari Raja Harun Ar-Rasyid mengadakan rapat dengan para menterinya. “Apa pendapat kalian mengenai Abu Nawas yang hendak kuangkat sebagai Qadi?”


Wazir atau perdana meneteri berkata, “Melihat keadaan Abu Nawas yang semakin parah otaknya, maka sebaiknya Tuanku mengangkat orang lain saja menjadi Qadi,” ujar Wazir yang beberapa kali mendapati tingkah laku tidak waras dari Abu Nawas.


Menteri-menteri yang lain juga mengutarakan pendapat yang sama. “Tuanku, Abu Nawas telah menjadi gila karena itu dia tak layak menjadi Qadi.”


“Baiklah, kita tunggu dulu sampai 21 hari, karena bapaknya baru saja wafat. Jika tidak sembuh-sembuh juga, bolehlah kita mencari Qadi yang lain saja,” titah Raja.


Setelah lewat satu bulan Abu Nawas masih dianggap gila, maka Sultan Harun Ar-Rasyid mengangkat orang lain menjadi Qadi atau penghulu kerajaan Baghdad.


Konon dalam suatu pertemuan besar, ada seseorang bernama Halan yang sejak lama berambisi menjadi Qadi.


Halan mempengaruhi orang-orang di sekitar Baginda untuk menyetujui jika ia diangkat menjadi Qadi. Sehingga saat Halan mengajukan dirinya menjadi Qadi kepada Baginda, dengan mudah Baginda menyetujuinya.


Begitu mendengar si Halan diangkat menjadi Qadi, Abu Nawas mengucapkan syukur kepada Tuhan.


“Alhamdulillah… aku telah terlepas dari bala’ yang mengerikan. Tapi, sayang sekali kenapa harus Halan yang menjadi Qadi, kenapa tidak yang lain saja,” ungkap Abu Nawas mengucap syukur sekaligus penyesalan. (Fathoni)


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search