skip to Main Content
Sambut Hari Pahlawan, NU Malaysia Diskusikan Penguatan Peran Pekerja Migran

Sambut Hari Pahlawan, NU Malaysia Diskusikan Penguatan Peran Pekerja Migran

Kuala Lumpur, NU Online

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Untuk tahun ini, hari pahlawan jatuh pada Selasa (10/11). Peringatan Hari Pahlawan 10 November adalah untuk mengingat Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945.

 

Saat itu rakyat Surabaya bertempur bersama para pejuang melawan tentara Inggris. Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959 oleh Presiden Soekarno.

 

Berdasarkan buku Bung Tomo, Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempor 10 November karya Abdul Waid pertempuran itu dipicu dengan sejumlah hal. Peristiwa itu bermula setelah terjadinya kekalahan Jepang, kemudian rakyat dan pejuang Indonesia berupaya keras mendesak para tentara Jepang untuk menyerahkan semua senjatanya kepada Indonesia.


Dalam mengimplemantasikan semangat Hari Pahlawan tersebut, pengurus GP Ansor Malaysia, BP KNPI Malaysia, dan PMII Malaysia mengadakan sebuah diskusi santai dan terbatas pada Sabtu (7/11).

 

Diskusi menghadirkan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono. Hermono merupakan Dubes yang baru beberapa minggu lalu dilantik beserta jajaran pengurus lainnya seperti Agung Cahaya Sumirat (Wakil Dubes), Agus Badru Jamal (Atase Politik) dan Yoshie (Pensosbud).

 

Diskusi yang dipandu langsung oleh Rahman Khill sebagai moderator berjalan dengan lancar. Suasana pun menjadi cair ketika Dubes Hermono berkata, “Jangan ada dusta di antara kita.”

 

Dirinya menambahkan bahwa pemuda Indonesia yang ada di Malaysia untuk lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Pasalnya itulah yang harus dilakukan oleh pemuda pada masa-masa seperti ini.


“Satukan langkah untuk negeri, tidak hanya berhenti sebagai satu tema, tetapi kita laksanakan sebagai satu komitmen Bersama,” ungkapnya.


Sedangkan Rais Syuriyah PCINU Malaysia Mahbubi Ali meminta dukungan untuk kemajuan dan perkembangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Malaysia. Para PMI di Malaysia juga mayoritas adalah para pemuda.

 

Selain perbincangan hangat tentang kepemudaan pada kesempatan itu juga diberi kesempatan tanya jawab. Hasil dari diskusi melahirkan sejumlah hal yang harus ditindaklanjuti. Di antaranya para PMI akan membantu KBRI dalam kinerjanya untuk lebih terbuka dan dekat terhadap masyarakat Indonesia yang ada di Malaysia.

 

Kontributor: Abdoel Azis Syahroni

Editor: Kendi Setiawan

 


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search