skip to Main Content
Sambut Hari Santri, Studio NU Pringsewu Channel Gelar Dialog Intensif

Sambut Hari Santri, Studio NU Pringsewu Channel Gelar Dialog Intensif

Pringsewu, NU Online

Banyak cara bisa dilakukan untuk menyongsong, memeriahkan, dan memperingati Hari Santri di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum juga reda.  Berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan secara offline dengan mengumpulkan banyak massa, saat ini bisa dilakukan dengan metode online memanfaatkan media sosial namun bisa tetap dinikmati masyarakat di mana saja.


Seperti yang dilakukan oleh Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pringsewu sebagai lembaga penyiaran NU dengan fokus menggelar berbagai acara online untuk memeriahkan hari spesial bagi santri tahun ini. Di antara kegiatan yang saat ini sedang dilakukan adalah menggelar Dialog Interaktif Intensif di Studio NU Pringsewu Channel di lantai III Gedung NU Kabupaten Pringsewu.


“Kami menggelar Dialog Intensif di studio kami dengan mendatangkan para pembicara-pembicara dari pengurus PCNU, MWCNU, badan otonom, dan lembaga NU di Pringsewu,” kata Ketua LTNNU Pringsewu Hasbi Athoillah, Kamis (8/10).


Atok, sapaan karib alumni Pesantren Al Falah Ploso Kediri ini, menambahkan bahwa dalam dialog tersebut, para pengurus NU memaparkan tugas pokok dan fungsinya dalam kepengurusan agar diketahui oleh khalayak ramai khususnya para warga NU di Pringsewu. Mereka juga memaparkan berbagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing pengurus terkait Hari Santri 2020.


“Cara ini kami nilai efektif untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait kiprah NU dan Hari Santri di tengah pandemi,” kata Atok.


Sementara Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu KH Munawir mengapresiasi langkah LTNNU Pringsewu yang memaksimalkan peran studio yang dimilikinya untuk syiar Nahdlatul Ulama. Ia berharap kiprah LTNNU akan mampu meningkatkan dan menguatkan pemahaman warga NU tentang Jamiyyah NU.


“Saat ini antara amaliah, fikrah, harakah, dan ghirah warga NU harus terus diselaraskan sehingga mampu benar-benar menjadi warga NU yang Kaffah (sempurna),” harapnya.


Di momentum inilah para pengurus bisa terus memberikan pencerahan kepada warga NU serta masyarakat untuk lebih menguatkan jamiyyah NU. Kegiatan penguatan yang biasanya dilakukan oleh pengurus melalui offline melalui pengajian misalnya, saat pandemi ini akan lebih efektif dilakukan secara online.


“Pengurus NU harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Perkembangan teknologi harus mampu direspon dengan baik oleh pengurus NU untuk lebih memberikan yang terbaik dalam khidmah di Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Aryudi AR


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search