skip to Main Content
Santri Harus Lebih Toleran, Anti Terorisme, Dan Radikalisme

Santri Harus Lebih Toleran, Anti Terorisme, dan Radikalisme

Jepara, NU Online

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Setda) Jepara, Mulyaji pada peringatan Hari Santri ke-5 yang berlangsung di Aula Gedung NU lantai 2, Jalan Pemuda No. 51 Jepara, Kamis (22/10) siang mengharapkan santri ke depan harus lebih maju, baik, berkembang, toleran, serta terbebas dari terorisme, dan radikalisme. 

 

“Santri Indonesia, khususnya Jepara harus lebih dan bisa berkembang mengikuti arus zaman dengan tetap mengedepankan akhlaknya,” ujarnya. 

 

Harapan tersebut disampaikan dalam peringatan hari santri yang dihadiri Ketua PCNU KH Hayatun Abdullah Hadziq, Dandim Letkol Arm Suharyanto, Polres AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Kejari Saiful Bahri, Kepala Kemenag M Habib, Banom NU, Lembaga, MWCNU Se-Jepara, dan tamu undangan. 

 

Mewakili Bupati Jepara  H Dian Kristiandi yang berhalangan hadir, Mulyaji  menghaturkan terima kasih karena NU Jepara telah melaksanakan peringatan hari santri untuk yang kelima kalinya. 

 

Dikemukan pria yang akrab disapa Lilik itu, penduduk di Jepara sejumlah 1.200.000 kurang lebih 95% adalah muslim. Sebagai penduduk mayoritas muslim (santri, red.) Jepara mampu memberikan sumbangsih untuk daerah. 

 

Di antara bentuk sumbangsih tersebut sebut Lilik, pertama memberikan masukan dan koreksi serta keikutsertaan dalam bidang pemerintahan, pembangunan maupun kemasyarakatan. Kedua menciptakan suasana yang aman dan kondusif sehingga bisa dipraktikkan dalam tiga kesimpulan. 

 

“Mampu mewujudkan kerukunan internal umat beragama, antar umat beragama, serta kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Sehingga tercipta suasana harmonis antara ulama dan umara. Untuk itu kami patut berterima kasih kepada santri, terima kasih para santri Jepara,” tuturnya. 

 

Peringatan Hari Santri 2020 di PCNU Jepara, Jateng (Foto: Syaiful Mustaqim)

 

Bersamaan dengan tema hari Santri, santri sehat Indonesia kuat lanjutnya juga diperlukan peran santri. “Virus covid yang melanda Indonesia bahkan dunia dan belum ditemukan vaksinnya salah satu obatnya dengan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

 

“Harapan kami ke depan penanganan Covid semakin maksimal. Berkembang tidaknya Covid di Jepara 60-70% merupakan kontribusi santri di Jepara,” paparnya. 

 

Kegiatan ditutup dengan mauidhah hasanah yang disampaikan Mustasyar PCNU Jepara, KH Makmun Abdullah Hadziq. Selain itu ada juga penyerahan penghargaan kepada Dandim, Kapolres, dan Kejari atas sumbangsihnya dalam kamtibmas di Jepara. Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq. 

 

Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq kepada NU Online, Ahad (25/10) mengatakan, tahun 2020 peringatan Hari Santri tidak digelar secara meriah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

 

“Indonesia sedang dalam pandemi Covid-19, sehingga berbagai kegiatan seputar peringatan Hari Santri juga digelar secara terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

 

Namun demikian lanjutnya, di ranting-ranting NU, pesantren, dan madrasah tetap berlangsung kegiatan upacara bendera hingga berbagai kegiatan lomba dengan tidak mengerahkan massa.

 

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Editor: Abdul Muiz


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search