skip to Main Content
Satgas NU Dorong Pemerintah Sosialisasikan Legalitas Dan Efektivitas Vaksin Covid-19

Satgas NU Dorong Pemerintah Sosialisasikan Legalitas dan Efektivitas Vaksin Covid-19

Jakarta, NU Online

Pemerintah diminta melakukan sosialisasi terkait legalitas dan efektivitas vaksin Covid-19. Kegiatan tersebut bertujuan agar tidak ada keraguan dari masyarakat ketika menjalani vaksinasi di fasilitas kesehatan pada saatnya nanti. 


Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 Muhammad Makky Zamzami mengatakan, kampanye atau sosialisasi mengenai vaksin yang telah dihadirkan dapat mengurangi hambatan yang dimungkinkan terjadi. Hal dasar yang juga harus disampaikan ke publik yaitu perihal jumlah dosis vaksin yang masih terbatas.

 

Kata dia, terbatasnya orang yang mengikuti vaksinasi tahap awal (600 ribu orang) harus dipahami masyarakat supaya tak muncul pro kontra yang dapat memperkeruh keadaan.


“Penentuan kriteria ini tentu perlu sangat hati-hati, pemerintah tidak bisa langsung memberikan berdasarkan kemauan sendiri. Harus ada kriteria yang didiskusikan misalnya diberikan kepada kelompok rentan yang punya gejala sedang sampai dengan gejala berat,” ucap Makky kepada NU Online, Rabu (9/12).


Ia menambahkan, memang WHO menganjurkan agar vaksinasi diprioritaskan kepada kelompok masyarakat yang rentan terkena Covid-19 termasuk di dalamnya adalah usia lanjut. Di sisi lain, agar masyarakat tak ragu kepada vaksin Covid-19, kehalalan vaksin Corona perlu segera ditindak lanjuti. Intinya, jangan dilakukan vaksinasi jika para ulama belum memfatwakan bahwa vaksin tersebut halal.


“Kehalalan vaksin bukan suatu hal yang baru lagi ya, sebelum Covid-19 imunisasi dasar saja itu menjadi perbincangan dimana-mana terkait halal dan haramnya vaksin,” tuturnya.


Meski begitu, Makky percaya masalah ini dapat ditangani oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia meyakini para kiai NU mampu mengurai itu jika sudah ada keterbukaan pemerintah mengenai komponen dasar bahan vaksin Covid-19.


Sementara itu, terkait efektivitas vaksin Covid-19 dalam rangka memulihkan daya tahan tubuh sehingga terbebas dari virus, NU Online mencoba menelusuri melalui beberapa sumber. Dari penelusuran itu, beberapa jenis vaksin seperti Sinovac, Moderna dan Pfizer telah banyak diungkapkan para dokter di Indonesia mengenai efektivitasnya.


Bahan dasar vaksin Sinovac sendiri menggunakan inactivated virus atau metode virus yang telah dilemahkan. Kata para ahli tersebut, Sinovac memicu antibodi usai empat pekan suntik. Namun, antibodi yang dihasilkan masih lebih rendah dibandingkan antibodi pasien Covid-19 pasca sembuh.


Selanjutnya, vaksin Pfizer, vaksin ini memiliki efektivitas 95 persen di hasil akhir uji klinis yang dilaporkan. Pfizer menggunakan teknologi baru mRNA dan perlu disimpan dalam suhu minus 70-80 derajat Celcius karena mudah degradasi.


Lalu, vaksin Moderna, vaksin ini juga masuk dalam daftar vaksin COVID-19 yang akan digunakan Indonesia. Sama seperti Pfizer, Moderna termasuk vaksin yang menggunakan teknologi baru mRNA. Hasil akhir uji klinis vaksin, Moderna dilaporkan melebihi 90 persen.


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Fathoni Ahmad


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search