skip to Main Content
Satgas NU Peduli Terus Tangani Covid-19 Di Pesantren

Satgas NU Peduli Terus Tangani Covid-19 di Pesantren

Jakarta, NU Online

Pesantren menjadi salah satu lembaga yang diwaspadai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Indonesia. Sudah ada 60 pesantren yang dikabarkan terpapar Corona sejak Maret 2020 lalu. Untuk melandaikan angka Covid-19 di pondok pesantren tersebut Satuan Tugas NU Peduli Covid-19 terus meningkatkan penanganan melalui berbagai langkah dan antisipasi oleh relawan yang diterjunkan ke lapangan. 

 

Ketua Satgas NU Peduli Covid-19, dr Muhammad Makky Zamzami menuturkan, refocusing atau fokus kembali penanganan Covid-19 di pesantren telah dilakukan oleh NU Peduli sejak Juni 2020. Kata dia, tidak ada tempat yang aman dari Covid-19, termasuk aktivitas di pesantren pun rentan terhinggapi Covid-19, sehingga harus dikawal dengan maksimal.   

 

“Ada beberapa pesantren yang memang sudah menjadi klaster baru. Itu perlu pendampingan khusus, untuk menjalani karantina agar terbebas dari Covid-19 di pesantren. Kita semua bergotong royong bahu membahu menangani Covid-19 di pesantren bersama lembaga NU yang lain,” kata dr Makky dalam tayangan video NU Peduli Perkuat Pencegahan Covid-19 di Pesantren.

 

Ia menambahkan, upaya yang telah dilakukan bersama lembaga NU lain tersebut yakni kegiatan yang mengarah kepada promotif, preventif dan penanganan agar terhindari dari virus berbahaya. Selanjutnya, agar semua kegiatannya itu berjalan maksimal pihaknya terus berkooridinasi dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah dan pusat. 

 

Prinsipnya, kata dr Makky, Satgas NU akan terus membantu pesantren agar mampu melewati masa pandemi dengan baik. Artinya, sampai tidak ada lagi penularan Covid-19 di pesantren. Meski begitu, pesantren menurutnya menjadi tempat yang lumayan aman tertular Covid-19 dibandingkan dengan tempat umum lainnya.

 

“Penanganan di beberapa pesantaren sudah membuahkan hasil. Santri-santri telah kembali sehat. Intinya, santri kita awasi, kita pantau kesehatannya terutama pihak luar yang datang ke pesantren seperti karyawan, keluarga. Termasuk pihak pondok dan kiai-kiai,” ujarnya. 

 

Menurut dr Makky, relawan Satgas NU yang ditugaskan mengawal pesantren sudah ada di 300 kabupaten/kota. Semuanya rutin melaporkan kegiatannya kepada Satgas NU Peduli Covid-19. Dengan cara itu, pesantren diyakini mampu mengendalikan Covid-19 dan dipastikan kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasanya. 

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Kendi Setiawan


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search