skip to Main Content
Soni Sonjaya Dan Sjuaibun Iljas, Dosen Fikom Uninus Sebagai Teladan Dan Inspirasi Dalam Berkarya

Soni Sonjaya dan Sjuaibun Iljas, Dosen Fikom Uninus sebagai Teladan dan Inspirasi dalam Berkarya

Bandung, uninus.ac.id
Rektor Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung Dr. H. Sayid Muhammad Rifqi Noval, S.H., M.H. akan terus men-support kreativitas mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan talenta dan berkarya dalam berbagai bidang, termasuk seni.

Secara khusus, ia menyampaikan hal itu saat mengapresiasi 2 dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Uninus yang saat ini tengah mengadakan pameran karya-karyanya. Pertama, atas nama Soni Sonjaya yang sedang menggelar pameran tunggal karya-karya lukisannya di Swarika Coffee.co. & Bund Recipes Jl. Sumbawa No. 30 Kota Bandung mulai 19-30 September.

Baca: Dua Dosen Fikom Uninus Bandung Pameran Karya Lukisan dan Fotografi

Kedua, dosen atas nama Sjuaibun Iljas yang turut serta dalam pameran yang digelar kelompok seniman fotografi, Komuni, yang dimulai di Bale Tonggoh dan akan berlangsung 8 September hingga 8 Oktober 2022. Pameran ini diikuti seniman fotografi dari dalam dan luar negeri.

“Selamat dan sukses untuk Pak Soni Sonjaya yang sedang pameran tunggal lukisan-lukisannya. Selamat dan sukses juga untuk Pak Sjuaibun Iljas yang turut serta dalam pameran Bandung Photography Triennale,” ungkapnya di ruangannya, Rektorat Uninus, Jalan Soekarno Hatta No 530, Kota Bandung, Rabu, (21/9/2021).

Menurut pakar dalam bidang hukum ini, kedua dosen tersebut mesti jadi teladan civitas akademika Uninus dalam upaya mengembangkan talenta dan kesetiaan berkarya sesuai dengan kecenderungan dan minat masing-masing.

Sementara Wakil Dekan II Fikom Uninus Bandung Akhmad Yani Surachman, S.Sos., M.I.Kom. menyebut kedua koleganya itu sebagai sosok randah hati dan inspirator dalam berkarya.

“Pak Soni tak pernah mengklaim sebagai orang hebat, padahal hebat, multitalenta. Ia selalu menempatkan diri sebagai dosen abal-abal, pemusik abal-abal, padahal tidak abal-abal, tapi multitalenta. Abal-abal atau berkualitas, itu soal sudut pandang. Abal-abal jauh lebih baik dibanding fake. Itu semacam kerendahan hati,” katanya saat ditemui di ruangannya, ruang Dekanat Fikom Uninus, Selasa (20/9/2022).

Baca: Dosen Fikom Uninus Bandung Soni Sonjaya, S.H., M.I.Kom Gelar Pameran Tunggal Lukisan

Menurut dia, dengan menyebut dirinya abal-abal, berarti Pak Soni Sonjaya siap untuk dikritik dan bahkan dihujat orang. Lalu berapa banyak seniman yang profesional sekali pun yang siap dihujat.

“Mungkin ada yang baperan. Tapi Pak Soni orang yang siap dengan semua itu,” ujarnya, “Pak Soni itu mengajarkan untuk berbuat sesuatu yang positif tanpa harus takut dicap jelek oleh siapa pun. Ia menyiapkan diri dan karyanya untuk dihujat bukan untuk dipuj. Berapa banyak orang dan karyanya yang siap dihujat? Toh pengakuan itu bukan datang dari dirinya sendiri, tapi dari orang lain,” tambahnya.

Kemudian Akhmad Yani berpendapat tentang Pak Sjuaibun Iljas yang menurutnya sebagai sosok yang juga rendah hati dan tak menonjolkan diri dalam berkarya, tapi banyak orang yang mengakui kualitasnya.

Reputasi Pak Sjuaibun Iljas dalam karya seni fotografi, lanjutnya, diakui bukan hanya di tingkat nasional, regional, tapi internasional.

“Pak Soni dan Pak Sjuaibun, jadi inspirator bagi saya pribadi, dan mungkin bagi dosen-dosen lain dan mahasiswa,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
×Close search
Search