skip to Main Content
Tahap Ketiga, 10 Ribu Jamaah Non-Saudi Diharapkan Berumrah Setiap Pekannya

Tahap Ketiga, 10 Ribu Jamaah Non-Saudi Diharapkan Berumrah Setiap Pekannya

Riyadh, NU Online

Pelaksanaan umrah tahap ketiga dimulai pada Ahad, 1 November mendatang. Pada tahap ini, jamaah yang diizinkan melaksanakan umrah tidak hanya dari wilayah Kerajaan—warga Saudi dan ekspatriat, tetapi juga jamaah dari luar Saudi. Diharapkan, 10 ribu jamaah dari luar wilayah Kerajaan akan tiba di Arab Saudi setiap pekannya untuk melaksanakan umrah.

 

Diberitakan Arab News, Senin, (26/10), jamaah yang datang dari luar Saudi akan dibagi ke dalam beberapa grup, yang masing-masing grupnya terdiri minimal 50 jamaah. Masing-masing kelompok jamaah sudah diatur jadwalnya secara terpadu, mulai dari pelaksanaan umrah hingga mengunjungi dua masjid suci.

 

Seorang pejabat Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan 650 ribu izin umrah elektronik per 23 Oktober, menjelang pelaksanaan umrah tahap ketiga yang akan dimulai pada 1 November mendatang.

 

Pada tahap ketiga ini, otoritas mengizinkan 20 ribu jamaah melaksanakan umrah dan 60 ribu jamaah menunaikan shalat di Masjidil Haram setiap harinya. Mereka harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

 

Untuk mendapatkan izin umrah dan memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, jamaah harus mendaftar di aplikasi Itamarnya. Wakil Sekretaris Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Amr al-Maddah, mengatakan, jamaah tidak bisa memesan tiket umrah lainnya sampai dia menyelesaikan ritual umrahnya terlebih dahulu. Selain itu, jamaah bisa mengajukan izin umrah jika kuotanya masih tersedia.

 

Menurut al-Maddah, jamaah yang sudah mendapatkan izin umrah namun kemudian mereka mengalami gejaja Covid-19 atau bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, maka mereka bisa membatalkan pendaftarannya.

 

Pada tahap pertama pelaksanaan umrah (4-17 Oktober), berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, ada lebih dari 125 ribu jamaah yang melaksanakan ritual umrah. Pada tahap ini, pihak kementerian mengonfirmasi bahwa tidak ada jamaah yang terinfeksi virus corona (Covid-19). Sementara tahap kedua berlangsung dari 18 Oktober hingga 31 Oktober.

 

Pewarta: Muchlishon

Editor: Fathoni Ahmad


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search