skip to Main Content
Uninus Menghadiri Rapat Koordinasi Kelulusan PBSB Tahun Anggaran 2022

Uninus Menghadiri Rapat Koordinasi Kelulusan PBSB Tahun Anggaran 2022

Jakarta, Uninus.ac.id
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Sub Direktorat Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kelulusan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Tahun Anggaran 2022. Kegiatan berlangsung selama 3 (tiga) hari di Atlantic City Hotel sejak tanggal 2 hingga 6 Juni 2022. Kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri oleh 31 Ma’had ‘Aly dan Perguruan Tinggi Mitra pada Kementerian Agama RI, termasuk salah satunya Universitas Islam Nusantara.

Dalam laporannya, ketua panitia pelaksana kegiatan, Firdah Thawil, melaporkan bahwa kegiatan dihadiri oleh Mudir Ma’had ‘Aly dan Rektor Perguruan Tinggi Mitra atau yang mewakili.

“Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan seleksi PBSB tahun anggaran 2022. Santri yang terdaftar sejumlah 6392, eligible mengikuti tes tahap I sejumlah 6169 santri, dan lolos seleksi tahap I sejumlah 1200 santri. Melalui kegiatan ini, akan ditentukan kelulusan santri penerima manfaat PBSB sejumlah 600 orang” sambung Firdah dalam laporannya. “Unsur penguji selama seleksi terdiri dari akademisi, pembina/praktisi pendidikan pesantren dan dari unsur profesi dan vokasi” sambungnya lagi.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Pendidikan Pesantren, Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. Kasubdit Pendidikan Pesantren menerangkan bahwa program studi yang dibuka pada PBSB adalah program studi yang berpotensi menguatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dalam arti lain, program studi yang dibuka bukan merupakan program studi yang sepi peminat, tetapi yang memiliki passing grade tinggi dan peminat yang banyak (favorit).

Anregurutta Basnang Said kemudian menerangkan PBSB ini adalah dalam rangka menunjukkan kepada khalayak masyarakat bahwa Santri tidak hanya menguasai kitab turots tetapi Santri mampu bersaing dalam penguasaan Sains dan Teknologi.

Kemudian Anregurutta Basnang mengingatkan peserta rapat bahwa sejatinya keilmuan tidak hanya berasal dari dunia Barat, tetapi jika melihat sejarah semua bersumber dari Timur, terutama dari para ilmuwan muslim. “Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bahwa Santri tidak bisa menguasai Sains dan Teknologi” pungkasnya.

Dikonfirmasi di tempat berbeda, Ketua Pengelola PBSB Uninus, H. Rano Sarip Wihardja, menyebutkan bahwa tahun ini Uninus diberikan kuota 20 Santri yang akan mengenyam pendidikan selama 4 (empat) tahun di program studi Perbankan Syari’ah pada Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara.

“PBSB ini merupakan program kompetitif. Santri yang lulus sebagai penerima manfaat PBSB adalah mereka yang telah melalui serangkaian seleksi ketat dari mulai Computer Based Test (Tahap I) hingga Wawancara Akademik, Kitab Turots , Tahfidz, dan Wawasan Kebangsaan (Tahap II)” terang Rano.

“Santri yang mendaftar ke program studi Perbankan Syari’ah sejumlah 80 orang dan telah lolos seleksi tahap I sebanyak 35 orang, hingga kemudian akhirnya akan dipilih 20 orang yang dinyatakan lulus” pungkasnya. Pengumuman kelulusan PBSB ini akan insya Allah dirilis secara resmi melalui portal Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (https://www.ditpdpontren.kemenag.go.id) pada 9 Juni 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
×Close search
Search